Riki Chandra
Sabtu, 29 November 2025 | 21:48 WIB
Ratna Wati, korban selamat banjir bandang di Padang Panjang. Bencana itu merenggut nyawa suami dan kakaknya. [Suara.com/ Saptra S]
Baca 10 detik
  • Ratna kehilangan suami dan kakaknya akibat banjir bandang Padang Panjang.
  • Ia berjuang menguatkan empat anaknya meski duka mendalam masih menghantui.
  • Suami sempat menyuruh mengungsi sebelum terseret arus deras hingga meninggal.

"Siang itu, lalu saya mendapat kabar berita dari keponakan, kondisi di gapura sudah parah dan videonya sudah beredar," ungkapnya.

Beberapa jam setelah musibah itu datang, jasad Reki juga langsung ditemukan sudah tidak bernyawa. Terseret beberapa kilometer dari titik rumahnya.

Kabar yang ditakutinya itu datang hingga nyaris membuatnya pingsan. Ditambah banyak orang-orang yang mengirimkan foto seseorang yang mirip dengan suaminya ditemukan meninggal.

"Saya tidak sanggup melihatnya ketika itu," ujarnya.

Jenazah Reki dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Ratna pada saat itu tidak bisa langsung berjumpa jasad suami, karena kondisi jalan Padang-Bukittinggi yang putus total.

"Dua hari jenazah suami saya di rumah sakit. Kemudian, ketemu juga jasad kakak saya dalam kondisi meninggal. Sehingga mereka berdua di sana (rumah sakit)," tuturnya.

Setelah identifikasi, jasad Reki dan Maryulis diserahkan ke keluarga. Dalam satu ambulans, mereka pulang dengan tenang ke kampung halaman.

Kini, Ratna hanya bisa mengenang, sosok ayah sekaligus suami yang teladan dan penuh tanggung jawab ke keluarga sudah tiada.

"Saya bisa sabar. Di posko pengusian ini banyak orang untuk menguatkan hati saya, tapi sebenarnya hati saya hancur," tuturnya.

Kontributor: Saptra S

Load More