Riki Chandra
Selasa, 13 Januari 2026 | 16:29 WIB
Ilustrasi ambeien (Freepik.com)
Baca 10 detik
  • Duduk lama sambil main HP di toilet tingkatkan risiko wasir.
  • Tekanan berlebih saat BAB picu pembengkakan pembuluh darah anus.
  • Pola makan berserat bantu cegah ambeien sejak dini.

SuaraSumbar.id - Sering duduk lama main HP di toilet ternyata bukan sekadar kebiasaan sepele. Dokter spesialis bedah umum lulusan Universitas Indonesia, Franky Mainza Zulkarnain, mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko wasir atau ambeien.

Aktivitas berlama-lama di toilet sambil memegang ponsel berpotensi memicu tekanan berlebih pada area anus.

Menurut Franky, sering duduk lama main HP di toilet membuat proses buang air besar (BAB) menjadi tidak efektif. Banyak orang datang ke toilet sebelum benar-benar merasa ingin BAB, lalu menunggu sambil bermain ponsel.

Bahkan, ada pula yang sudah selesai BAB namun tetap duduk lama karena asyik menggunakan handphone.

"Pergi ke toilet untuk buang air besar (BAB) itu kalau kita memang sudah ingin BAB, bukan tunggu BAB keluar sambil memegang handphone. Kadang-kadang orang begitu atau dia sudah selesai BAB, tapi belum selesai main handphone," kata Franky, dikutip dari Antara, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, sering duduk lama main HP di toilet juga berkaitan dengan gaya hidup kekinian, termasuk penggunaan kloset duduk. Posisi ini dapat meningkatkan tekanan di dalam anus, terutama saat mengejan. Tekanan yang terus-menerus dapat menyebabkan pembuluh darah vena di sekitar anus atau rektum bagian bawah membesar dan memicu terjadinya wasir.

Kondisi tersebut akan semakin berisiko apabila feses yang dikeluarkan berbentuk keras. Kurangnya asupan serat membuat seseorang harus mengejan lebih kuat saat BAB, sehingga tekanan di area anus meningkat signifikan.

Selain kebiasaan di toilet, Franky menambahkan bahwa risiko wasir juga meningkat pada orang yang jarang bergerak dan terbiasa duduk dalam waktu lama. Pola hidup sedentari menjadi faktor pendukung terjadinya gangguan kesehatan ini.

Dari sisi usia, mayoritas pasien wasir yang ia tangani berada pada rentang 35 hingga 50 tahun. Meski demikian, Franky menyebutkan bahwa wasir paling sering menimpa laki-laki, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada usia yang lebih muda.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah kehamilan. Tekanan dari dalam rahim, terutama seiring membesarnya ukuran bayi, dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area panggul. Kegemukan atau obesitas juga disebut sebagai penyebab karena menambah beban dan tekanan pada pembuluh darah.

Gejala wasir yang umum dirasakan antara lain rasa gatal, nyeri, perih, hingga perdarahan saat BAB. Kondisi ini membuat penderitanya merasa tidak nyaman, bahkan kesulitan duduk atau beraktivitas seperti biasa.

Untuk mencegah sering duduk lama main HP di toilet berdampak buruk, Franky mengimbau masyarakat agar memperbaiki pola makan dengan memperbanyak konsumsi serat serta menghindari makanan terlalu pedas atau mengandung banyak gas.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan wasir tidak selalu harus melalui operasi, karena dokter biasanya akan memantau kondisi pasien sebelum menentukan langkah medis lanjutan.

Load More