Riki Chandra
Sabtu, 29 November 2025 | 19:13 WIB
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban jiwa di Kabupaten Agam, Jumat, (28/11/2025). [Dok. Antara/ Muhammad Zulfikar]
Baca 10 detik
  •  Korban bencana hidrometeorologi Sumbar bertambah menjadi 90 meninggal dunia.

  • Sebanyak 86 korban masih hilang dan dalam pencarian tim.

  • Kabupaten Agam mencatat jumlah korban terbanyak dari seluruh daerah.

SuaraSumbar.id - Jumlah korban bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah. Berdasarkan data Pemprov Sumbar, total korban jiwa akibat banjir dan longsor di Ranah Minang mencapai 90 orang.

Sementara itu, 86 orang lainnya hilang dan masih dalam pencarian. Data itu dihimpun oleh Pusdalops BPBD Sumbar hingga Sabtu (29/11/2025) pukul 14.00 WIB.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan, perkembangan jumlah korban bencana hidrometeorologi Sumbar berasal dari laporan kabupaten/kota terdampak.

Salah satu kabupaten yang memperbarui data adalah Tanah Datar, yang sebelumnya melaporkan nihil korban jiwa. “Sebelumnya, laporan korban jiwa dan orang hilang dari Tanah Datar nihil. Berdasarkan laporan terbarunya, sekarang ada 2 orang korban meninggal dunia dan 1 orang hilang,” ujar Arry Yuswandi, Sabtu (29/11/2025).

Dengan penambahan tersebut, total korban hidrometeorologi Sumbar kini mencapai 90 orang meninggal dunia dengan 86 orang masih dalam pencarian. Arry memastikan bahwa pembaruan data akan terus dilakukan mengikuti perkembangan lapangan.

Dari 16 kabupaten/kota yang terdampak bencana, sebanyak 9 daerah melaporkan nihil korban jiwa dan orang hilang.

Sementara itu, 7 daerah lainnya menyampaikan adanya korban, dengan Kabupaten Agam tercatat sebagai wilayah dengan jumlah korban terbanyak akibat bencana hidrometeorologi Sumbar.

Berikut rincian sebaran korban per daerah:

- Kabupaten Agam: 74 meninggal, 78 hilang
- Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 0 hilang
- Kota Padang: 5 meninggal, 0 hilang
- Kabupaten Tanah Datar: 2 meninggal, 1 hilang
- Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang
- Kabupaten Padang Pariaman: 0 meninggal, 1 hilang
- Kota Solok: 1 meninggal, 0 hilang
- 9 daerah lain: nihil korban (Pariaman, Bukittinggi, Pasaman, Payakumbuh, Kepulauan Mentawai, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan)

“Hingga saat ini, berdasarkan data yang masuk, jumlah korban terbanyak ada di Kabupaten Agam, dengan 74 korban meninggal dan 78 orang masih dalam pencarian,” jelas Arry.

Pemprov Sumbar juga menegaskan bahwa pembaruan terhadap data kerusakan, kebutuhan logistik, serta penanganan darurat hidrometeorologi Sumbar akan terus dipublikasikan melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumatera Barat.

Load More