-
Korban bencana hidrometeorologi Sumbar bertambah menjadi 90 meninggal dunia.
-
Sebanyak 86 korban masih hilang dan dalam pencarian tim.
-
Kabupaten Agam mencatat jumlah korban terbanyak dari seluruh daerah.
SuaraSumbar.id - Jumlah korban bencana alam di Sumatera Barat (Sumbar) terus bertambah. Berdasarkan data Pemprov Sumbar, total korban jiwa akibat banjir dan longsor di Ranah Minang mencapai 90 orang.
Sementara itu, 86 orang lainnya hilang dan masih dalam pencarian. Data itu dihimpun oleh Pusdalops BPBD Sumbar hingga Sabtu (29/11/2025) pukul 14.00 WIB.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan, perkembangan jumlah korban bencana hidrometeorologi Sumbar berasal dari laporan kabupaten/kota terdampak.
Salah satu kabupaten yang memperbarui data adalah Tanah Datar, yang sebelumnya melaporkan nihil korban jiwa. “Sebelumnya, laporan korban jiwa dan orang hilang dari Tanah Datar nihil. Berdasarkan laporan terbarunya, sekarang ada 2 orang korban meninggal dunia dan 1 orang hilang,” ujar Arry Yuswandi, Sabtu (29/11/2025).
Dengan penambahan tersebut, total korban hidrometeorologi Sumbar kini mencapai 90 orang meninggal dunia dengan 86 orang masih dalam pencarian. Arry memastikan bahwa pembaruan data akan terus dilakukan mengikuti perkembangan lapangan.
Dari 16 kabupaten/kota yang terdampak bencana, sebanyak 9 daerah melaporkan nihil korban jiwa dan orang hilang.
Sementara itu, 7 daerah lainnya menyampaikan adanya korban, dengan Kabupaten Agam tercatat sebagai wilayah dengan jumlah korban terbanyak akibat bencana hidrometeorologi Sumbar.
Berikut rincian sebaran korban per daerah:
- Kabupaten Agam: 74 meninggal, 78 hilang
- Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 0 hilang
- Kota Padang: 5 meninggal, 0 hilang
- Kabupaten Tanah Datar: 2 meninggal, 1 hilang
- Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang
- Kabupaten Padang Pariaman: 0 meninggal, 1 hilang
- Kota Solok: 1 meninggal, 0 hilang
- 9 daerah lain: nihil korban (Pariaman, Bukittinggi, Pasaman, Payakumbuh, Kepulauan Mentawai, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Kabupaten Solok, Pesisir Selatan)
“Hingga saat ini, berdasarkan data yang masuk, jumlah korban terbanyak ada di Kabupaten Agam, dengan 74 korban meninggal dan 78 orang masih dalam pencarian,” jelas Arry.
Pemprov Sumbar juga menegaskan bahwa pembaruan terhadap data kerusakan, kebutuhan logistik, serta penanganan darurat hidrometeorologi Sumbar akan terus dipublikasikan melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumatera Barat.
Berita Terkait
-
Tak Semua Huntap di Daerah Bencana Sumatera Rampung Sebelum Lebaran
-
Polisi Turun Tangan Dalami Kasus Relawan Diteror Bangkai Anjing Tanpa Kepala di Aceh Tamiang
-
Gunung Semeru Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 600 Meter
-
Makassar Dikepung Banjir, 545 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Martin Manurung Minta Kebijakan Tegas untuk Wilayah Paling Parah Terdampak Bencana
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Bukittinggi Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang, Sabtu 28 Februari 2026
-
Kapan Piaman Barayo 2026 Digelar? 11 Objek Wisata Dibuka
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang Hari Ini, Sabtu 28 Februari 2026
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Sabtu 28 Februari 2026, Simak Waktu Sahur dan Berbuka