-
Pemprov Sumbar terus maksimalkan pencarian puluhan korban banjir hilang.
-
Kabupaten Agam catat korban meninggal dan hilang terbanyak bencana ini.
-
Kerugian sementara mencapai miliaran rupiah dan kemungkinan terus bertambah.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memaksimalkan upaya pencarian korban banjir Sumbar yang hingga kini masih dinyatakan hilang di sejumlah daerah terdampak.
Langkah ini dilakukan secara terkoordinasi bersama tim gabungan setelah bencana banjir dan tanah longsor melanda beberapa wilayah pada pekan terakhir.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan bahwa perkembangan data terbaru mengenai korban banjir Sumbar masih terus diperbarui seiring berjalannya proses pencarian.
“Hingga Sabtu pukul 12.00 WIB tercatat 88 orang meninggal dunia dan 85 orang masih dinyatakan hilang,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Upaya pencarian korban banjir Sumbar melibatkan Basarnas Padang, BPBD, Palang Merah Indonesia, Polri, TNI, para relawan, hingga masyarakat sekitar. Penyisiran dilakukan di kawasan terdampak menggunakan perahu karet serta berbagai alat bantu lainnya.
“Data ini bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan,” kata Arry.
Dari total 16 kabupaten/kota terdampak, terdapat 10 daerah yang melaporkan nihil korban jiwa maupun orang hilang. Namun, enam daerah lainnya masih mencatat adanya korban, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kabupaten Agam.
Berdasarkan data sementara, Kabupaten Agam melaporkan 74 korban meninggal dan 78 orang masih hilang. Sementara itu, tujuh orang meninggal dunia tercatat di Kota Padang Panjang, lima di Kota Padang, serta masing-masing satu korban di Kabupaten Pasaman Barat dan Kota Solok.
Pemprov Sumbar juga terus memperbarui informasi mengenai perkembangan data korban, kerusakan rumah, fasilitas umum, infrastruktur, hingga kebutuhan penanganan darurat melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar.
Menurut catatan BPBD, total kerugian sementara akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp9,5 miliar. Nilai tersebut berpotensi bertambah karena masih banyak wilayah yang belum dapat diakses akibat akses jalan yang terputus dan tertimbun material longsor.
Upaya pencarian dan penanganan darurat dipastikan akan terus berlanjut, mengingat masih banyak korban banjir Sumbar yang belum ditemukan dan masih memerlukan penanganan cepat di lapangan. (Antara)
Berita Terkait
-
Bibit Siklon 91B Picu Ancaman Banjir dan Longsor, BNPB Beri Imbauan Waspada
-
Usai Diterjang Puting Beliung, Ratusan Rumah di Bandung Barat Rusak
-
JK di Yale: Kemanusiaan Harus Melampaui Batas Negara
-
Bukan Fenomena Alam, Irma Suryani Murka Karhutla Jadi Bencana Buatan: Habis Dibakar Ditanami Sawit
-
14 Titik Longsor Tapan-Batas Jambi Dibersihkan, Jalur Mulai Fungsional
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar