-
SPPG alihkan dapur MBG jadi dapur umum untuk warga.
-
Lebih 107 ribu paket makanan disalurkan ke wilayah terdampak.
-
Distribusi bantuan menjangkau kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.
SuaraSumbar.id - Bencana banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) memicu aktivitas darurat dari berbagai pihak, termasuk SPPG di daerah tersebut.
SPPG di Sumbar mengalihkan fungsi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi dapur umum demi memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak banjir dan longsor. Langkah ini dilakukan setelah sekolah-sekolah penerima manfaat MBG terpaksa diliburkan akibat kondisi bencana.
“Sekolah-sekolah penerima manfaat MBG diliburkan akibat terjadi bencana banjir. Karena itu kami kemudian mengalihkan distribusi MBG kepada masyarakat yang terdampak banjir,” kata Kepala Kantor Regional BGN Sumbar, Ikhsan, Sabtu (29/11/2025).
Distribusi paket makanan dari SPPG Sumbar dilakukan di berbagai kabupaten dan kota yang mengalami dampak terparah. Di Kabupaten Pasaman Barat, tiga SPPG yang beroperasi telah menyalurkan 4.135 paket makanan. Kabupaten Pesisir Selatan menjadi salah satu wilayah dengan distribusi terbesar, yakni 22.000 paket dari sepuluh SPPG aktif.
Sementara itu, di Kabupaten Tanah Datar, empat SPPG mengirimkan 14.000 paket makanan kepada warga yang membutuhkan.
Ikhsan juga menyampaikan bahwa Kabupaten Solok dengan lima SPPG operasional telah mendistribusikan 15.649 paket makanan. Upaya tersebut terus dilanjutkan di tingkat kota, termasuk Kota Bukittinggi yang mengirimkan 15.649 paket makanan melalui enam SPPG yang beroperasi. Kota Pariaman, meskipun baru memiliki dua SPPG, telah menyalurkan 5.596 paket makanan bagi masyarakat terdampak.
Di Kota Solok, distribusi makanan mencapai 9.000 paket melalui tiga SPPG yang aktif. Sementara Kota Padang, sebagai wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak, delapan SPPG telah menyalurkan 22.000 paket makanan.
“Secara total, dari sebanyak 41 SPPG yang telah beroperasi di Sumatera Barat, sebanyak 107.822 paket makanan telah kami distribusikan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di Provinsi Sumatera Barat,” lanjut Ikhsan.
Upaya distribusi ini menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan kebutuhan gizi masyarakat tetap terpenuhi selama masa pemulihan. Gerak cepat lembaga ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak langsung bencana.
Berita Terkait
-
Penjualan Mobil Niaga Ringan Melonjak, Gaikindo Akui Kontribusi MBG
-
Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Tak Ada Alasan Lanjutkan Program MBG
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kejagung Digeruduk, Massa Desak Program MBG Disetop
-
DPR Ingatkan Pemerintah, Jangan Jadikan MBG Kambing Hitam Anjloknya Harga Ayam dan Telur
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PBHI Serahkan Data Baru ke Ombudsman, Soroti Dokumen Kebencanaan Izin Tambang Andesit Kasang
-
Psikolog Ungkap Pencegahan Bullying Tak Cukup dengan Hukuman, Berkaca dari Kasus MAN 3 Padang
-
Siswa MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom dari Internet
-
Fakta Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Dikenal Pendiam dan Sering Absen
-
Polisi Ungkap Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga Korban Bullying