-
Empat korban tewas ditemukan usai banjir bandang terjang Luminpark Lubuk Minturun Padang.
-
Puluhan kendaraan hanyut dan menumpuk akibat derasnya arus banjir.
-
Warga selamat bergelantungan, puluhan keluarga mengungsi butuh bantuan logistik.
SuaraSumbar.id - Material banjir bandang masih memadati area perumahan Luminpark Cluster di Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (27/11/2025). Kawasan perumahan mewah ini menjadi lokasi cukup parah terdampak bencana.
Selain itu, ada empat korban yang ditemukan tewas. Mereka terdiri dari dua orang dewasa, satu remaja dan satu anak-anak. Para korban merupakan yang tinggal di luar area perumahan.
Pantauan SuaraSumbar.id pada Kamis (27/11) sore, material banjir bandang berupa lumpur, pasir dan kayu-kayu memenuhi area perumahan. Banyak kendaraan tertimbun dan menumpuk.
Tinggi lumpur hampir mencapai satu meter. Sejumlah alat berat dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang.
Menurut seorang warga Muhammad Nur (52), air mulai deras sekitar pukul 07.00 WIB. Para warga tidak sempat menyelematkan barang berharga.
"Jalan sudah seperti sungai. Pukul 6 masih setinggi betis, pukul 7 udah tidak bisa lagi, udah deras airnya," ujar Nur di lokasi.
Nur menyebut banyak kendaraan yang hanyut dibawa arus. Kendaraan-kendaraan itu dibawa hingga ke bendungan.
"Ada enam mobil hanyut dibawa ke bendungan itu," kata sambil menunjuk.
Sementara itu, Satpam perumahan, Isal (29), mengaku menyelamatkan diri dengan cara Bergelantungan di pos penjagaan. Sekitar satu jam lebih ia bergelantungan di tengah derasnya air banjir bandang menerjang.
"Dari kawasan atas itu air muncul. Hantam pagar beton, lalu roboh dan menerjang kawasan perumahan. Saya tidak sempat lari lagi," ceritanya.
"Saya bergelantungan di pos penjagaan ini. Satu jam lebih bergantungan di pos," katanya.
Banyak Kendaraan Terbawa Arus
Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino mengungkapkan, terdapat 50 rumah di perumahan itu yang terdampak. Puluhan kendaraan terbawa arus.
"Untuk korban jiwa warga yang ada di perumahan tidak ada. Hanya warga yang tinggal di luar perumahan ditemukan meninggal dunia," jelasnya.
Afrino mengatakan warga terdampak telah mengungsi ke rumah tetangga dan ada juga yang dijemput oleh saudaranya.
Tag
Berita Terkait
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Novel Padang Bulan: Antara Cinta dan Mimpi yang Sama-sama Harus Dikejar
-
Jadi Pahlawan Persib Lawan Semen Padang, Ramon Tanque Ungkap Makna Selebrasi Uniknya
-
Teja Paku Alam Merendah usai Berhasil Ukir 16 Clean Sheet
-
Bojan Hodak Puji Performa Teja Paku Alam, Lampaui Rekor Clean Sheet Andritany!
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Angin Puting Beliung Terjang Agam, Dua Rumah Rusak dan Warung Tertimpa Pohon
-
Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi
-
Bandara Minangkabau Padat, 47 Penerbangan Hilir Mudik dalam Sehari, Rute Jakarta Mendominasi
-
Buntut Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Minta Maaf
-
Sering Terendam Banjir, Pemkab Padang Pariaman Putuskan Relokasi Puskesmas Sintuk