-
Dinas Kesehatan Padang berhasil tekan kasus baru HIV secara signifikan.
-
Skrining, edukasi, dan sosialisasi masif jadi kunci penurunan HIV.
-
Kasus HIV turun berkat kolaborasi fasilitas kesehatan dan daerah lain.
SuaraSumbar.id - Pemerintah Kota Padang mengungkap strategi keberhasilan menekan penemuan kasus baru HIV selama dua tahun terakhir.
Upaya tersebut disebut menjadi faktor utama yang membuat angka temuan kasus di Kota Padang terus menurun dan berdampak pada pengendalian penyebaran HIV/AIDS di berbagai lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengatakan penurunan kasus baru HIV tak lepas dari gencarnya pelaksanaan skrining, sosialisasi, serta edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan HIV.
Tiga langkah ini dilakukan secara masif sejak dua tahun terakhir dan menyasar berbagai kelompok berisiko maupun masyarakat umum.
Dalam keterangannya, Srikurnia menjelaskan Dinas Kesehatan Padang mengintensifkan sosialisasi di sekolah, kampus, serta komunitas masyarakat.
Skrining HIV juga difokuskan kepada kelompok berisiko seperti lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), pekerja seks komersial (PSK), pasangan orang dengan HIV (ODHIV), serta warga binaan pemasyarakatan. Pendekatan ini dilakukan agar deteksi dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran.
Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan turut menjadi prioritas. Dinas Kesehatan Padang mengadakan workshop dan pelatihan mengenai HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS), serta memperluas keterlibatan fasilitas pelayanan kesehatan swasta dan sektor terkait.
Menurut Srikurnia, kontribusi berbagai daerah kabupaten/kota lain yang semakin aktif memberikan layanan testing dan pengobatan HIV juga membantu menekan penemuan kasus baru.
Selama 13 tahun terakhir (2012–2025), sebanyak 1.834 kasus HIV tercatat di Kota Padang. Namun dalam dua tahun terakhir, penurunan cukup signifikan terjadi.
Sepanjang 2024 ditemukan 234 kasus baru, lalu turun menjadi 192 kasus pada periode Januari–September 2025. Dari 192 kasus tersebut, sekitar 45 persen atau 87 pasien merupakan warga Kota Padang, sementara sisanya berasal dari luar Padang maupun luar Sumatera Barat.
Temuan kasus tahun ini tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan seperti RSUP Dr. M Djamil, RS Yos Sudarso, RST Reksodiwiryo, RSUD dr. Rasidin, RS Hermina, RS UNAND, RS Naili DBS, dan RSI Siti Rahmah.
Kasus juga ditemukan di beberapa puskesmas, termasuk Seberang Padang, Andalas, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Buaya, Ulak Karang, Pauh, Lubuk Begalung, serta satu kasus dari Klinik Cemara PKBI.
"Mari kita lindungi bersama generasi muda dari HIV. Jauhi penyakitnya, bukan orangnya," ujar Srikurnia.
Dengan strategi berkelanjutan dan keterlibatan lintas sektor, Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmen mempertahankan tren penurunan HIV sekaligus memperluas akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
-
Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang Jadi Alarm, Sosiolog UGM Soroti Bahaya Copycat Crime
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Rela Turun Kasta demi Gabung Semen Padang
-
Sistem Pendidikan 'Tuli dan Buta', Sosiolog Sebut Aksi Bom Siswa Padang Sebagia Perlawanan Ekstrem
-
Ngeri! Selain Rakit Bom, Pelajar MAN 3 Padang Juga Simpan Panah dan Pisau di Sekolah
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
PBHI Serahkan Data Baru ke Ombudsman, Soroti Dokumen Kebencanaan Izin Tambang Andesit Kasang
-
Psikolog Ungkap Pencegahan Bullying Tak Cukup dengan Hukuman, Berkaca dari Kasus MAN 3 Padang
-
Siswa MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom dari Internet
-
Fakta Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Dikenal Pendiam dan Sering Absen
-
Polisi Ungkap Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang Diduga Korban Bullying