- Harimau Sumatera kembali serang ternak warga Agam di malam hari.
- BKSDA Sumbar pasang kamera jebak pantau pergerakan harimau liar.
- Konflik manusia-harimau meningkat sejak Oktober 2025 di Palupuh.
SuaraSumbar.id - Warga Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), kembali dikejutkan insiden harimau sumatera memangsa ternak peliharaan.
Peristiwa terbaru terjadi Senin (17/11/2025) malam, ketika lima ekor bebek dan satu angsa milik warga dimangsa satwa dilindungi tersebut saat berada di kandang. Kejadian ini sekaligus memperpanjang daftar konflik satwa dan manusia di wilayah itu.
Pemilik ternak, Alizon (55), mengatakan ia menemukan kandangnya sudah rusak dan ternaknya hilang saat hendak pergi ke kebun pada Selasa (18/11) sore.
Jejak kaki harimau sumatera terlihat jelas di sekitar kandang, hingga membuatnya menyisir kebun untuk memastikan kondisi ternaknya.
“Sesampai di kandang, saya tidak mendengar bunyi bebek dan angsa, sehingga langsung ke kandang yang berada di belakang pondok. Pagar kandang dalam kondisi rusak,” kata Alizon, Rabu (19/11/2025).
Di lokasi itu, ia mendapati bulu bebek dan angsa beserta kepala ternak yang berserakan.
“Saya juga melihat ada jejak kaki harimau di lokasi tersebut dan melaporkan kejadian itu ke pemerintahan nagari,” ujarnya.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, lima ekor ayam milik warga bernama Zulkarnain yang tinggal tidak jauh dari lokasi juga dimangsa harimau sumatera pada Oktober 2025. Konflik makin sering terjadi dalam dua bulan terakhir.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menyebut tim gabungan telah turun ke lokasi untuk melakukan verifikasi dan pengumpulan data.
“Kami menemukan jejak kaki harimau sumatera di sekitar kandang dan lokasi temuan bulu ternak itu,” katanya.
Petugas juga memasang kamera jebak untuk memantau keberadaan satwa tersebut, mengingat harimau sumatera merupakan satwa yang dilindungi berdasarkan regulasi konservasi yang berlaku.
Pemasangan kamera bertujuan memastikan pola pergerakan harimau sehingga penanganan konflik bisa dilakukan lebih tepat.
Konflik antara warga dan harimau sumatera di wilayah Koto Rantang telah berlangsung sejak Oktober 2025.
Selain memangsa anjing, ayam, bebek, dan angsa, harimau juga tercatat melintas di jalan nasional Bukittinggi–Sumatera Utara serta sempat memasuki kawasan perkantoran BRIN Koto Tabang, terekam CCTV pada Rabu (15/10/2025) dini hari.
“Kami mengimbau warga waspada dengan tidak melakukan aktivitas di kebun di atas pukul 16.00 WIB, pergi ke kebun lebih satu orang, mengandangkan ternak dan lainnya,” ujar Ade Putra. (Antara)
Berita Terkait
-
7 Pilihan Motor Bebek Paling Irit Bensin untuk Mobilitas Harian yang Padat
-
Fans Indonesia Iri Berat! Suzuki Smash 115 Plus ABS Hadir dengan Spek yang Melawan Arus
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik
-
Matic Bekas atau Bebek Bekas, Mana Motor yang Lebih Awet untuk Jangka Panjang?
-
Novel Man Tiger, Misteri Pembunuhan Anwar Sadat dan Labirin Pengkhianatan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Angin Puting Beliung Terjang Agam, Dua Rumah Rusak dan Warung Tertimpa Pohon
-
Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi
-
Bandara Minangkabau Padat, 47 Penerbangan Hilir Mudik dalam Sehari, Rute Jakarta Mendominasi
-
Buntut Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Minta Maaf
-
Sering Terendam Banjir, Pemkab Padang Pariaman Putuskan Relokasi Puskesmas Sintuk