- Klaim Jokowi marah ke Purbaya soal Kereta Cepat terbukti hoaks.
- Video viral dipotong dan tidak ada ucapan Jokowi tentang Purbaya.
- Mafindo pastikan konten menyesatkan, masyarakat diminta waspada hoaks.
SuaraSumbar.id - Video bernarasi bahwa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah kepada Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya, karena menolak menanggung kerugian proyek Kereta Cepat, beredar di media sosial.
Video itu dibagikan akun Facebook @Naura Antik. Unggahan itu menampilkan cuplikan video Jokowi yang menyebut MRT, LRT, dan Kereta Cepat merugi. Di sampingnya, muncul foto Purbaya dengan narasi bertuliskan:
“Pak Purbaya Di Skak Jokowi, Terlalu Ikut Campur Urusan kereta Cepat..! Baru kali ini liat Jokowi marah.”
Lantas, benarkah Jokowi marah terhadap Purbaya?
Berdasarkan penelurusan tim Cek Fakta TurnBackHoax di Google dengan memasukkan kata kunci "Jokowi sebut MRT, LRT, dan kereta cepat semuanya rugi”, ditemukan bahwa video itu berasal dari kanal YouTube MerdekaDotCom yang tayang pada Rabu (14/8/2024).
Dalam video asli, Jokowi memang menyatakan bahwa proyek MRT, LRT, dan Kereta Cepat menyebabkan kerugian finansial. Namun, ia menegaskan bahwa pembangunan transportasi publik tetap penting karena kemacetan justru menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar, mencapai Rp65 triliun per tahun.
Tidak ada satu pun pernyataan Jokowi dalam video tersebut yang menyinggung Menteri Keuangan Purbaya ataupun menunjukkan kemarahan terhadapnya.
Mengutip Kompas.com edisi Rabu (15/10/2025), memang benar bahwa Purbaya menolak pelunasan utang proyek Kereta Cepat menggunakan dana APBN. Namun, konteks tersebut tidak berkaitan dengan pernyataan Jokowi dalam video lama yang beredar.
Faktanya, berdasarkan situs resmi Kementerian Keuangan, Purbaya baru dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Senin (8/9/2025). Dengan demikian, tidak mungkin video dari Agustus 2024 berisi momen ketika Jokowi “memarahi” Purbaya.
Kesimpulan
Klaim bahwa Jokowi marah terhadap Purbaya karena menolak menanggung kerugian Kereta Cepat merupakan konten menyesatkan (misleading content) atau informasi hoaks. Video yang beredar telah dipotong dari konteks aslinya dan disandingkan dengan narasi palsu.
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks di media sosial.
Berita Terkait
-
Purbaya Ungkap Alasan Coretax Eror, Ada Pegawai Pajak Nakal Sengaja Dibuat Rumit
-
Purbaya Ungkap Prabowo Mau Bikin Kawasan Ekonomi Khusus Baru buat Tarik Investor Asing
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa
-
Wacana WFH Sehari per Minggu, Purbaya Jamin Tak Ganggu Produktivitas
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Pemerintah Akan Umumkan soal Kebijakan WFH Selasa Besok
-
Lonjakan Wisata Lebaran! 59.655 Orang Kunjungi Istano Basa Pagaruyung
-
Tubuh Masih Lelah Setelah Lebaran? Ini 3 Cara Cepat Kembali Produktif
-
2 Peserta Lelang Ponsel KPK Gagal Melunasi Pembayaran
-
Bandara Internasional Minangkabau Layani 33 Penerbangan Sehari, Didominasi Rute Jakarta