-
Anak kepala sekolah di Polman aniaya siswi hingga viral.
-
Aksi perundungan dipicu masalah sepele soal membuang sampah.
-
Polisi turun tangan, keluarga pelaku minta maaf ke korban.
SuaraSumbar.id - Viral sebuah video aksi perundungan di SMK Negeri Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Dalam rekaman berdurasi singkat yang beredar di media sosial itu, terlihat seorang siswi bernama Zahira dipukul dan ditendang oleh dua teman sekolahnya di teras ruang kelas.
Korban yang duduk sambil menangis tak melawan sedikit pun, meski salah satu pelaku terus menendang wajah dan tubuhnya berkali-kali.
Ironisnya, sejumlah pelajar lain yang berada di lokasi hanya menonton tanpa mencoba melerai kejadian tersebut.
Peristiwa perundungan di SMK Negeri Balanipa itu terjadi pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 06.30 WITA, di Desa Tammangalle, Kecamatan Balanipa.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal polisi, dua pelaku diduga bernama Rani dan Suci. Fakta yang mengejutkan, Rani disebut merupakan anak dari Kepala Sekolah SMK Negeri Balanipa, Rasjuddin.
Menurut informasi, penganiayaan bermula ketika pelaku menyuruh korban membuang sampah. Zahira menolak karena sedang menunggu siswi lain, hingga pelaku marah dan langsung memukul korban.
Video viral anak kepala sekolah tendang siswi itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu reaksi publik.
Kepala sekolah, Rasjuddin, mengaku sangat menyesalkan tindakan anaknya. Ia baru mengetahui kejadian tersebut beberapa hari setelah video beredar.
“Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 06.30 Wita, saat sekolah masih sepi. Saya baru tahu pada hari Selasa (14/10/2025) menjelang Magrib,” ujarnya dalam pemberitaan.
Menurut Rasjuddin, setelah memastikan bahwa pelaku dalam video adalah anaknya, ia langsung mendatangi rumah dan menegur keras anaknya. “Begitu saya tahu Rani yang ada di video, saya langsung pulang dan memarahi dia. Emosi saya memuncak karena perbuatan itu memalukan sekolah dan keluarga,” ungkapnya.
Setelah kejadian, keluarga pelaku datang ke rumah korban untuk meminta maaf secara langsung. Namun, orang tua korban, Amir, mengaku masih terpukul dan mempertimbangkan langkah hukum.
“Siapa orang tua yang tidak sakit hati melihat anaknya dipukul dan ditendang seperti itu? Saya masih berkoordinasi dengan keluarga soal langkah hukum yang akan kami ambil,” ujar Amir.
Akibat penganiayaan itu, Zahira mengalami memar di beberapa bagian tubuh. Saat ini pihak keluarga masih menenangkan diri sebelum menentukan tindakan selanjutnya. Pihak kepolisian Polman telah memanggil sejumlah saksi dan tengah mendalami kasus tersebut.
Berikut fakta-fakta kejadian tersebut.
1. Pelaku adalah Anak Kepala Sekolah
Berita Terkait
-
Viral Pencuri Mati Kutu, Ditegur Pemilik Rumah Pakai Kata-Kata Lembut
-
Kakek Nenek di Nias Diancam Petugas PLN Gara-Gara Hemat Listrik, Begini Akhirnya
-
Kritik Pembagian THR di Balikpapan Berujung Teror, Konten Kreator Zainoel Arifin Resmi Minta Maaf
-
Pemkot Samarinda Habiskan Dana Rp7,3 M Buat Sewa Mobil Dinas Mewah, Sebulan Bayar Rp160 Juta
-
Heboh Patung Donald Trump dan Jeffrey Epstein Bergaya Mesra Ala Jack-Rose Titanic di Washington
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
Terkini
-
Dugaan Korupsi Kampus III UIN Imam Bonjol Padang, Wakajati Sumbar: Kami Bekerja Serius!
-
Tambang Ilegal Rusak Lingkungan dan Picu Banjir, Wakapolda Sumbar: Tak Cukup dengan Penegakan Hukum!
-
ASN Dharmasraya Dilarang Pakai Mobil Dinas untuk Kepentingan Pribadi, Termasuk Buat Mudik!
-
Yuk Liburan Lebaran Hemat Pakai Promo Spesial BRI!
-
Bahaya Tramadol Disalahgunakan, Picu Gelisah hingga Tremor