-
BKSDA Sumbar temukan enam titik pembalakan liar di Maninjau.
-
Kayu ilegal dimusnahkan langsung di lokasi temuan petugas.
-
Patroli cegah perusakan hutan dan lindungi sumber air warga.
SuaraSumbar.id - Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Polsek Ampek Koto Aur Malintang dan Koramil 08 Sungai Geringging berhasil menemukan aktivitas pembalakan liar di kawasan Cagar Alam Maninjau, Kecamatan Ampek Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (9/10/2025).
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, mengatakan tim menemukan enam titik lokasi pembalakan liar saat melakukan patroli gabungan dengan aparat TNI, Polri, serta tim Patroli Anak Nagari (Pagari) Salareh Aia dari Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
“Kita menemukan tumpukan kayu dan mengingat medan lokasi cukup sulit, maka kayu tersebut langsung dimusnahkan di lokasi,” ujar Ade Putra.
Selain memusnahkan kayu hasil pembalakan, tim juga memasang tanda di area tersebut sebagai penegasan bahwa lokasi itu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi negara. “Kita memberikan tanda di pohon sekitar lokasi pembalakan tersebut,” tambahnya.
Patroli gabungan ini dilakukan selama satu minggu di Kecamatan Ampek Koto Aur Malintang dan Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman.
Tujuannya untuk mencegah pembalakan liar, pembukaan lahan ilegal, kebakaran hutan, serta berbagai aktivitas terlarang lainnya di kawasan konservasi.
Ade menjelaskan, kerusakan di kawasan Cagar Alam Maninjau dapat berdampak besar terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat sekitar.
Pasalnya, kawasan ini merupakan hulu dari beberapa sungai penting seperti Sungai Kulita, Sungai Batang Antokan, dan Sungai Batang Tiku.
“Aliran sungai tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK), serta mengairi persawahan,” jelasnya.
Ia menegaskan, BKSDA Sumbar akan terus melakukan pengawasan rutin agar tidak ada lagi aktivitas pembalakan di kawasan tersebut.
Tindakan tegas ini menunjukkan komitmen BKSDA Sumbar dalam menjaga kelestarian Cagar Alam Maninjau dari praktik perusakan hutan yang dapat mengancam ekosistem dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Wamen Ekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Kreatif Pascabencana di Sumbar
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap