-
Perjalanan pulang terasa cepat karena ekspektasi rendah, bukan rute familiar.
-
Psikolog ungkap, berangkat optimis, pulang santai; ciptakan ilusi waktu.
-
Efek perjalanan pulang itu ilusi psikologis, beri perasaan positif.
Namun, Roy juga menegaskan bahwa ekspektasi bukan satu-satunya penyebab. Faktor psikologis lain yang relevan datang dari teori Richard A. Block, psikolog dari Montana State University.
Block berpendapat bahwa berkurangnya tekanan saat kembali dari suatu tujuan juga berpengaruh. Saat pergi, ada tekanan untuk "tiba tepat waktu" di tujuan yang ingin dicapai, membuat fokus perhatian tinggi dan waktu terasa berjalan lebih lambat.
Sebaliknya, saat pulang ke rumah, kondisi psikologis menjadi lebih santai dan perhatian tidak terlalu teralihkan. Kondisi relaks ini menyebabkan waktu terasa berlalu lebih cepat.
Intinya, Efek Perjalanan Pulang hanyalah sebuah ilusi psikologis yang kompleks, dipengaruhi oleh kombinasi antara ekspektasi yang keliru saat pergi dan kondisi mental yang lebih santai saat kembali.
Berita Terkait
-
Apakah Skuter Listrik Boleh di Jalan Raya? Ini 5 Rekomendasi Ukuran Dewasa dengan Dudukan
-
Tips Menghindari Jalan Sempit di Google Maps, agar Tidak Terjebak dan Kesasar
-
Kasihan Ibunya Sampai Ngamen di Jalan, Anak Pinkan Mambo Bongkar Nafkah dari Arya Khan Tiap Bulan
-
Stop Budaya Ngaret: Mulai Normalisasi Datang Tepat Waktu
-
Iba Pinkan Mambo Ngamen di Jalan, Ivan Gunawan Pakai 'Ordal' Jadikan Wedding Singer
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Berhenti dan Foto-foto di Tikungan Sitinjau Lauik
-
Kasus HIV di Pekanbaru Melonjak Tajam, Dinkes Riau Ungkap Fakta dan Pemicu Utamanya
-
Kecelakaan Truk Batu Bara di Jalur Sitinjau Lauik, Sopir Terluka Usai Banting Setir ke Selokan
-
Erupsi Gunung Marapi Minggu Pagi Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Status Masih Waspada
-
Buka HP dan Baca Pesan WA Ku, Wasiat Mahasiswa PNP di Buku Sebelum Ditemukan Tewas di Kos