-
Lansia perlu konsumsi makanan tinggi kalsium untuk tulang sehat.
-
Suplemen kalsium berlebihan bisa tingkatkan risiko batu ginjal.
-
Kombinasi makanan, olahraga, sinar matahari, jaga kualitas hidup.
SuaraSumbar.id - Memasuki usia lanjut atau lansia, kebutuhan kalsium dalam tubuh semakin meningkat. Mineral ini berperan penting untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah risiko osteoporosis atau pengeroposan tulang yang sering dialami lansia.
Mengonsumsi makanan tinggi kalsium secara alami menjadi cara paling aman dan efektif untuk memenuhi kebutuhan ini.
Ahli endokrinologi dari Mayo Clinic, Robert Wermers, menegaskan, kemampuan untuk menjaga keseimbangan kalsium memburuk.
"Pengeroposan tulang semakin cepat setelah usia 50 tahun. Kondisi ini membuat lansia harus lebih cermat memilih sumber kalsium yang tepat," katanya.
Meski suplemen kalsium tersedia, Wermers menyebut tidak semua cocok untuk lansia. Konsumsi suplemen berlebihan bahkan dapat meningkatkan risiko batu ginjal, dibandingkan kalsium yang diperoleh dari makanan alami.
Menurutnya, memahami sumber kalsium yang aman dan bermanfaat bagi tubuh menjadi hal utama. Berikut daftar makanan tinggi kalsium yang aman dan direkomendasikan untuk lansia.
1. Sayuran berdaun hijau tua seperti bayam dan kangkung, kaya kalsium dan vitamin pendukung kesehatan tulang.
2. Susu rendah lemak atau bebas laktosa, alternatif utama bagi yang intoleran.
3. Susu nabati yang diperkaya seperti susu kedelai atau almond, juga mengandung vitamin D untuk penyerapan kalsium.
4. Keju parmesan, 28 gramnya memenuhi 19 persen kebutuhan harian kalsium.
5. Yogurt rendah lemak, kaya kalsium, probiotik, vitamin B12, dan kalium.
6. Ikan sarden kalengan dengan tulang lunak, sumber omega-3, vitamin D, dan kalsium tinggi.
7. Salmon kalengan tulang lunak, kaya protein, omega-3, vitamin B, dan selenium.
8. Kacang almond, mengandung kalsium, serat, lemak sehat, dan vitamin E.
Selain memilih makanan tinggi kalsium, lansia juga dianjurkan mengombinasikan dengan gaya hidup sehat seperti olahraga ringan, paparan sinar matahari, serta pemeriksaan rutin densitas tulang.
Berita Terkait
-
Mau Jual Makanan yang Lagi Viral? Ini 5 Etika yang Perlu Diterapkan
-
BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan
-
Bosan Dimsum Mentai? Ini 5 Kuliner Nusantara di Nganjuk yang Patut Dicoba
-
BGN Larang Siswa Bawa Pulang MBG: Makanan Tak Terpantau Bisa Berujung Keracunan
-
Indonesia Berpeluang Garap Pasar Makanan Artisan Global
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
Terkini
-
Ekonomi Kerakyatan Terus Digerakkan, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun
-
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT