-
Tebing Ngarai Sianok Bukittinggi longsor akibat hujan deras berdurasi panjang.
-
Sawah warga terkikis, namun pemukiman dinyatakan masih aman.
-
Longsor berdampak pada wisata dan ekonomi warga Bukittinggi.
SuaraSumbar.id - Tebing Ngarai Sianok Bukittinggi longsor pasca bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat (Sumbar). Peristiwa ini terjadi di kawasan hulu ngarai yang berada di Desa Guguak Tinggi, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.
Longsor dipicu hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Pantauan di lapangan menunjukkan Tebing Ngarai Sianok longsor dengan ketinggian mencapai 120 meter dan lebar sekitar 15 meter. Tebing tersebut terkikis sepanjang kurang lebih lima kilometer di kawasan Guguak Tinggi.
Material tanah dan bebatuan runtuh ke dasar ngarai, mengubah kontur alam di sudut ngarai yang dikenal warga setempat dengan sebutan Ngarai Kaluang.
Kepala Desa Guguak Tinggi, Dasman, menyebut puncak kejadian Tebing Ngarai Sianok longsor berlangsung pada Kamis (1/1/2026) lalu.
“Hujan deras dengan durasi lama menjadi pemicunya, puncaknya terjadi di Kamis (1/1) lalu. Beruntung tidak ada korban jiwa,” kata Dasman, Sabtu (3/1/2026).
Lokasi longsor berada sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang.
Meski tidak berdampak langsung ke rumah warga, beberapa petak sawah terpantau ikut terkikis akibat longsoran tersebut. Pemerintah desa setempat telah melaporkan kejadian ini kepada BPBD Agam untuk penanganan lebih lanjut.
Menurut Dasman, kejadian longsor di kawasan ini bukan yang pertama kali terjadi.
“Longsor itu tidak sekali terjadi, sudah beberapa kali. Kami berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya di aliran Ngarai Sianok di Bukittinggi untuk cepat menjauh dari aliran sungai saat longsor terjadi,” ujarnya.
Ia menegaskan tidak ada warga yang dievakuasi karena pergerakan tanah di bibir ngarai masih tergolong aman dan cukup jauh dari pemukiman. Namun, warga yang beraktivitas di area pertanian dan perkebunan diminta tetap waspada.
“Tapi tetap ditegaskan kepada warga yang beraktivitas bertani atau berkebun untuk tidak mendekati bibir ngarai,” katanya.
Terkait longsor besar yang sempat terekam warga dan viral di media sosial, Dasman menjelaskan saat kejadian ada lima warga yang sedang memperbaiki bak penampungan air.
“Saat kejadian, lima warga kami sedang memperbaiki bak air yang dialirkan untuk rumah warga. Kami mengalami krisis air bersih saat ini,” kata Dasman.
Dampak Tebing Ngarai Sianok longsor juga dirasakan di kawasan hilir, tepatnya di aliran sungai Ngarai Sianok wilayah Bukittinggi. Seorang warga setempat, Rahmat (35), menyebut debit air sungai meningkat sejak banjir bandang akhir November lalu.
“Titik longsor hanya sebagian kecil di sini, tapi aliran air sungai makin membesar dan merusak fasilitas jalan. Satu mushala bagi pengunjung juga roboh,” kata Rahmat.
Ia menambahkan, kondisi pasca bencana membuat kunjungan wisata Ngarai Sianok menurun drastis. Pelaku usaha lokal seperti penyewaan pelampung dan mobil offroad belum bisa beroperasi maksimal.
“Kini belum beraktivitas maksimal karena wisatawan takut berkunjung sejak bencana,” pungkasnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Jembatan Darurat Penghubung Warga Terisolasi di Nagari Salareh Aia
-
Mendagri Tito: 47 Kantor Pemerintahan di Aceh Tamiang Mulai Beroperasi Pasca Terkubur Lumpur
-
Bukan Sekadar Hujan Biasa! Ini Alasan Ilmiah BMKG Prediksi Curah Hujan Ekstrem Pekan Depan
-
Diguyur Hujan Lebat, Jalur Lingkar Utara Jatigede Longsor
-
Sentul Diterjang Banjir Bandang Rabu Sore, Longsor Ikut Tutup Jalan
Terpopuler
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
Terkini
-
Bolehkah Makan dan Minum Saat Waktu Imsak? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi 20 Februari 2026, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan!
-
Jadwal Imsakiyah Kota Padang 20 Februari 2026, Sahur Jangan Kelewat Imsak!
-
5 Lipstik Lokal Terbaik Harga Murah, Kualitas Oke dan Sudah BPOM
-
Saat Ramadan Sudah Dimulai, Warga di Agam Ini Masih Menatap Langit Mencari Hilal