SuaraSumbar.id - Sidang lanjutan kasus Polisi tembak Polisi di Solok Selatan kembali digelar di Pengadilan Negeri Padang pada Rabu (6/8/2025). Kali ini, agenda sidang menghadirkan saksi meringankan dari pihak terdakwa, AKP Dadang Iskandar.
Dalam sidang tersebut, Khalid, pensiunan polisi sekaligus rekan terdakwa semasa bertugas, memberikan kesaksian yang menggambarkan kepribadian Dadang sebagai sosok yang tenang dan tidak emosional.
“Kami menghadirkan saksi ini untuk mencari keadilan substansial di dalam perkara, di samping keadilan prosedural,” ujar penasihat hukum terdakwa, ST Mahmud Syaukat, kepada wartawan.
Kesaksian Khalid dianggap penting oleh tim kuasa hukum untuk memberikan gambaran kepribadian terdakwa dalam perkara Polisi tembak Polisi yang menyita perhatian publik sejak November 2024.
Khalid mengaku mengenal Dadang sejak keduanya bertugas sebagai anggota Brimob dan pernah menjalankan dinas bersama di Aceh pada tahun 2000 hingga 2001.
"Sepengetahuan saya (terdakwa) tidak emosional orangnya, makanya saya kaget sewaktu mendengar tentang kasus ini," kata Khalid di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Adityo Danur Utomo.
Meski begitu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak mengajukan pertanyaan terhadap saksi. Menurut tim JPU, kesaksian Khalid bukan merupakan kesaksian fakta yang relevan langsung terhadap peristiwa penembakan.
Perkara ini bermula saat terdakwa Dadang Iskandar, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan, didakwa menembak rekannya sendiri, Kompol (Anumerta) Ulil Riyanto Anshari, yang saat itu menjabat Kasat Reskrim Polres Solok Selatan.
Penembakan di Solok Selatan terjadi setelah korban menolak permintaan terdakwa untuk membebaskan dua sopir yang ditangkap karena dugaan pengangkutan material ilegal.
Terdakwa diduga tersinggung dan kesal karena korban tidak menggubris permintaan serta sikap dingin korban saat bertemu langsung.
Dalam dakwaan disebutkan bahwa terdakwa mengulurkan tangan untuk bersalaman, namun tidak disambut. Ucapan korban yang hanya berkata “sebentar, sebentar” turut memicu emosi terdakwa.
Akibatnya, terdakwa diduga kehilangan kendali dan menembak korban dari jarak dekat hingga tewas. Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan di internal kepolisian dan mendapat sorotan luas dari masyarakat.
Proses hukum terhadap AKP Dadang Iskandar masih terus bergulir. Hingga kini, Pengadilan Negeri Padang telah menggelar beberapa kali persidangan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan oleh kedua belah pihak.
Kasus Polisi tembak Polisi ini kembali mengangkat pentingnya reformasi dan penegakan hukum yang transparan di institusi kepolisian. Publik menanti kejelasan dan keadilan atas tragedi yang mencoreng citra kepolisian tersebut. (Antara)
Berita Terkait
-
Polisi Tembak Polisi, Pengacara Sebut Pelaku Kerap Dibully Teman Seangkatan Korban
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Baim Wong 'Andai Itu Keluarga Saya' Sentilan Keras Usai Ojol Tewas Dilindas Rantis
-
4 Kasus Kelam Polisi Bunuh Polisi, Terbaru Liburan Brigadir Nurhadi Berujung Maut
-
Makam Dibongkar, Ekshumasi Mayat Dasro Bisa Ungkap Kasus Dugaan Korban Dianiaya Polisi?
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar