Tim medis bersama BKSDA Sumbar mencurigai adanya kelainan genetik pada keturunan pasangan ini.
"Dari indukan yang sama, generasi satu hingga kelima itu kebanyakan anak harimau diduga mengalami kelainan genetik," ungkap Hartono.
Dugaan kelainan genetik ini memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan program breeding harimau sumatera di TMSBK Bukittinggi.
Jika terbukti, maka keberhasilan reproduksi dari pasangan induk tersebut justru berisiko memperlemah populasi harimau sumatera yang seharusnya dikonservasi dengan optimal.
Hartono menyebut, hingga kini TMSBK Bukittinggi telah memiliki 11 individu harimau sumatera. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pusat konservasi penting di Pulau Sumatera.
"Melihat perkembangannya, harimau ini luar biasa," ucap Hartono.
Pada 21 Juni 2025 lalu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, bahkan turut memberi nama kepada dua anak harimau hasil breeding dari pasangan Bujang Mandeh dan Yani. Namun hanya selang lima bulan, induk tersebut kembali beranak dan kini terjadi tragedi.
"Artinya ini adalah sesuatu yang luar biasa terkait dengan breeding untuk spesies harimau," kata Hartono.
Berita Terkait
-
Harimau Sumatera Pemangsa Ternak Warga Berhasil Dievakuasi
-
Harimau Sumatera Dievakuasi usai Masuk Ladang Warga
-
Akses Padang-Bukittinggi Longsor, Kementerian PU Ungkap Proyeksi saat Mudik
-
Tunjukkan Empati, Warga Bukittinggi Rayakan Tahun Baru di Jam Gadang Tanpa Pesta Kembang Api
-
BRI Perkuat Desa BRILiaN Lewat Bantuan Infrastruktur dan UMKM
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Terungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Dibawa ke Polda
-
Jaga Kesehatan Keluarga, BRI Berikan Healthcare Privilege Eksklusif Bersama Prodia
-
Menaker Dukung Program Magang Nasional BRI untuk Cetak Talenta Muda Siap Kerja
-
Solar Subsidi Diduga Dikumpulkan di Pessel untuk Dijual ke Jambi, Polisi Tangkap Pria 53 Tahun
-
DPO Sejak 2025, Mantan Pimpinan BPR JKT-Pariaman Akhirnya Diringkus