Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Rabu, 26 Maret 2025 | 16:52 WIB
Rawan peredaran uang palsu saat Lebaran 2025. [Dok. Istimewa]

SuaraSumbar.id - Polresta Bukittinggi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, terutama menjelang perayaan Lebaran 2025.

Biasanya, momen Hari Raya Idul Fitri kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mengedarkan uang palsu di berbagai lokasi transaksi.

Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Yessi Kurniati, mengingatkan masyarakat mewaspadai peredaran uang palsu. [Dok. Antara]

Kapolresta Bukittinggi, Kombes Pol Yessi Kurniati mengatakan, peningkatan aktivitas jual beli menjelang Idul Fitri berpotensi menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab.

“Peredaran uang palsu biasanya meningkat di pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan tempat penukaran uang,” ujarnya, Rabu (26/3/2025).

Polisi meminta masyarakat, terutama pedagang, untuk lebih teliti dalam menerima uang, khususnya pecahan besar yang sering menjadi sasaran pemalsuan.

“Gunakan metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang untuk memastikan keaslian uang,” kata Yessi, dikutip dari Antara.

Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan indikasi peredaran uang palsu. Polresta Bukittinggi juga akan meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan guna mencegah penyebaran uang palsu selama Lebaran 2025.

Selama masa libur Lebaran, Polresta Bukittinggi menyiagakan delapan pos pengamanan di lokasi-lokasi strategis yang sering menjadi pusat keramaian. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat bertransaksi.

Cara Membedakan Uang Palsu dan Asli

Peredaran uang palsu masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Untuk menghindari kerugian, penting untuk mengetahui cara membedakan uang palsu dengan yang asli. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar tidak tertipu.

1. Perhatikan Warna dan Desain

Salah satu cara paling mudah untuk membedakan uang palsu adalah dengan mengamati warna serta desainnya. Uang asli memiliki warna cerah dan tajam, sedangkan uang palsu cenderung pucat dan kusam.

Selain itu, desain pada uang asli lebih detail, terutama pada gambar nominal, pahlawan, ornamen, serta logo Bank Indonesia. Jika menemukan desain yang tampak kabur atau tidak lengkap, bisa jadi itu uang palsu.

2. Periksa Tekstur Kertas

Tekstur kertas juga menjadi indikator penting dalam mengenali uang palsu. Uang asli dicetak pada bahan khusus yang lebih tebal dan memiliki tekstur kasar.

Sementara itu, uang palsu umumnya terasa lebih tipis dan halus, menyerupai kertas biasa. Selain itu, bagian tertentu pada uang asli, seperti gambar utama dan lambang negara, akan terasa kasar saat diraba. Jika teksturnya terlalu halus, kemungkinan itu uang palsu.

3. Gunakan Cahaya untuk Menerawang

Metode lain yang efektif adalah menerawang uang rupiah ke arah cahaya. Uang asli akan memperlihatkan gambar pahlawan serta logo Bank Indonesia yang terlihat utuh.

Selain itu, watermark akan muncul di semua pecahan uang rupiah sebagai tanda keaslian. Jika tidak terdapat tanda-tanda tersebut, maka patut dicurigai sebagai uang palsu.

4. Cek Keberadaan Benang Pengaman

Benang pengaman adalah fitur penting yang ada pada uang rupiah. Pada pecahan tertentu, benang ini menyatu dengan kertas dan akan berubah warna saat dilihat dari sudut tertentu.

Jika benang pengaman tidak ditemukan atau terlihat berbeda dari desain aslinya, kemungkinan besar itu uang palsu.

5. Kenali Ciri Khas Setiap Pecahan Rupiah

Setiap pecahan uang rupiah memiliki ciri khas yang unik, termasuk ukuran, desain, dan warna. Sebagai contoh, pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 menggunakan tinta yang bisa berubah warna saat dilihat dari sudut tertentu. Dengan mengenali ciri-ciri ini, kita bisa lebih mudah membedakan uang asli dari uang palsu.

Mengetahui cara membedakan uang palsu sangat penting untuk menghindari kerugian. Selalu periksa dengan teliti sebelum menerima uang agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu.

Load More