SuaraSumbar.id - Flyover Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok, Sumatera Barat (Sumbar), diperkirakan selesai dalam waktu 2,5 tahun.
Proyek jembatan layang ini bertujuan meningkatkan konektivitas dan mengurangi risiko kecelakaan di jalur ekstrem tersebut.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya (HK), Adjib Al Hakim mengatakan, proyek senilai Rp 2,793 triliun itu akan memasuki masa konstruksi selama 2,5 tahun dan dioperasikan selama 10 tahun setelahnya.
“Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan lalu lintas di jalur Padang-Solok yang terkenal curam dan berisiko kecelakaan,” ujar Adjib, dikutip dari Antara, Senin (24/3/2025).
Proyek ini akan dikerjakan oleh PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (PT HPSL), yang merupakan konsorsium antara Hutama Karya dengan kepemilikan 55 persen dan Hutama Karya Infrastruktur sebesar 45 persen.
Pembangunannya mencakup jalan layang sepanjang 2,774 kilometer serta pemeliharaan selama masa operasional.
Selain meningkatkan keselamatan berkendara, Flyover Sitinjau Lauik diharapkan mempercepat mobilitas warga dan mempermudah akses menuju fasilitas umum di Sumatera Barat.
Jalur ini juga akan membuka akses lebih luas ke destinasi wisata unggulan seperti Danau Singkarak dan Lembah Harau.
“Selain mempersingkat waktu tempuh, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan sektor pariwisata Sumatera Barat, melancarkan distribusi barang dan logistik, serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” kata Adjib.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Rachman Arief Dienaputra menyatakan proyek ini menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
“Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik bertujuan untuk meningkatkan keselamatan berkendara di tikungan Panorama I yang rawan kecelakaan,” ujarnya.
Dengan rampungnya proyek ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Sumatera Barat semakin lancar, ekonomi daerah tumbuh pesat, serta efisiensi logistik dapat tercapai.
Pembebasan Hutan Lindung
Pembebasan lahan kawasan hutan lindung untuk proyek pembangunan Flyover Sitinjau Lauik masih dalam proses di Kementerian Kehutanan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Barat (Sumbar), Medi Iswandi mengatakan, Gubernur Sumbar Mahyeldi, telah menandatangani rekomendasi dan meneruskannya ke Kementerian Kehutanan pada 1 Februari 2024.
Berita Terkait
-
HPN 2026, Hutama Karya Hadir Lebih Dekat melalui Layanan Kesehatan dan Apresiasi bagi Pengguna Jalan
-
Hutama Karya Berlakukan Potongan Tarif Tol 10% di Ruas Trans Sumatera pada Hari Pelanggan Nasional
-
21 Agustus, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir Simpang Ness/Pijoan Diberlakukan Tarif
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Hutama Karya Raih 3 Gold Bintang 4, Program Sosial hingga Lingkungan Jadi Sorotan
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
BRI Hadirkan Ekstra 27.000 GarudaMiles untuk Nasabah Infinite Prioritas
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan