Riki Chandra
Senin, 03 Maret 2025 | 18:10 WIB
Kendaraan terseret arus banjir lahar dingin Gunung Marapi di Kabupaten Agam pada pada 13 Mei 2024 silam. [Dok. Antara/Muhammad Zulfikar]

SuaraSumbar.id - Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai berhulu langsung dari Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Saat ini hujan turun di sekitar lereng Gunung Marapi, harap waspada terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu langsung dari gunung tersebut," kata pPos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Marapi, Teguh, Senin (3/3/2025).

Peringatan ini dikeluarkan untuk mengantisipasi potensi peningkatan debit air sungai yang dapat memicu banjir lahar dingin, seperti kejadian yang terjadi pada 11 Mei 2024.

Dalam peristiwa itu, banjir lahar dingin dari Gunung Marapi meluap dan menerjang permukiman di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, hingga Kota Padang Panjang, menyebabkan 63 orang meninggal dunia.

Merujuk hasil evaluasi Gunung Marapi periode 16-28 Februari 2025, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat terkait aktivitas gunung api yang saat ini masih berstatus Level II.

Salah satu rekomendasi utama adalah masyarakat, pendaki, dan pengunjung dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.

Selain itu, PVMBG juga mengimbau masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran, atau bantaran sungai berhulu di puncak Gunung Marapi, agar selalu waspada terhadap ancaman banjir lahar dingin, terutama saat musim hujan.

Masyarakat juga diminta untuk menggunakan masker jika terjadi hujan abu guna menghindari gangguan saluran pernapasan seperti ISPA. (Antara)

Load More