SuaraSumbar.id - Tim Opsnal Aligator Polsek Padang Utara berhasil menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan di kawasan Jalan Khatib Sulaiman.
Keduanya diringkus pada Sabtu (15/2) pukul 20.15 WIB di depan Kolam Renang Teratai, Kompleks GOR H. Agus Salim, saat hendak menjual barang hasil kejahatan mereka melalui aplikasi Marketplace Facebook.
Kepala Unit Reskrim Polsek Padang Utara, AKP Heru Gunawan, mengungkapkan bahwa dua pria tersebut berinisial DAS (21) dan RF (32).
"Mereka kami tangkap tanpa perlawanan setelah menyepakati pertemuan dengan petugas yang menyamar sebagai pembeli," ujarnya, Minggu (16/2/2025).
Kasus pemerasan ini berawal pada Rabu, 12 Februari 2025, sekitar pukul 23.00 WIB di halte bus dekat Hotel Whiz, Jalan Khatib Sulaiman.
Korban, Nofal Darma (19), seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), melapor ke polisi pada Sabtu (15/2) pukul 22.15 WIB.
Menurut Heru, kedua pelaku mencari pasangan yang sedang duduk di sepanjang trotoar Jalan Khatib Sulaiman dan kemudian mengancam korban dengan kalimat intimidatif.
“Hebat ang, yo. Bantuak ang yang punyo tampek disiko. Aden baa?” (Artinya: "Kamu hebat, ya. Merasa tempat ini milikmu. Bagaimana dengan saya?"). Jika korban tidak memberikan uang, pelaku langsung mengambil barang berharganya.
Setelah menerima laporan, polisi melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa pelaku berusaha menjual barang hasil kejahatan melalui Marketplace Facebook.
Baca Juga: Rem Blong, Truk Tangki Terjang Avanza dan Motor di Lembah Anai, 1 Tewas
Polisi pun berpura-pura sebagai pembeli dan menyepakati pertemuan dengan pelaku di Kompleks GOR H. Agus Salim. Saat pelaku muncul, petugas langsung melakukan penyergapan.
Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio GT merah BA-6376-AF dan satu unit ponsel Realme C25S warna biru yang merupakan hasil pemerasan.
Kini, kedua pelaku telah diamankan di Polsek Padang Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. "Mereka dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, yang dapat dikenakan hukuman pidana sesuai dengan undang-undang yang berlaku," tegas Heru.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, terutama mahasiswa dan warga yang sering beraktivitas di malam hari, untuk lebih waspada terhadap tindak kejahatan di tempat-tempat umum. Jika menemukan tindakan mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib agar kejadian serupa bisa dicegah.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Rem Blong, Truk Tangki Terjang Avanza dan Motor di Lembah Anai, 1 Tewas
-
Kecelakaan Beruntun di Lembah Anai, Satu Orang Meninggal Dunia
-
Ketahuan Bohong! Lapor Begal, Pria Ini Ternyata Jual Mobil ke Penadah
-
Usai Kalahkan Persita, CEO Semen Padang FC: Ini Titik Balik Kami
-
Solid dan Kompak, Kunci Semen Padang Bungkam Persita di Kandang Sendiri
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar