SuaraSumbar.id - Gua Lida Ajer di Nagari Tungkar, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), berpotensi ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Nasional. Hal ini dinyatakan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kunjungannya ke gua bersejarah itu.
“Gua Lida Ajer berpotensi ditetapkan sebagai situs cagar budaya nasional. Tentu saja prosesnya dimulai dari tingkat kabupaten, kemudian provinsi, hingga nasional,” ujar Fadli Zon melalui keterangan tertulisnya, Senin (16/12/2024).
Menurut hasil penelitian, Gua Lida Ajer menyimpan fosil gigi manusia purba tertua di Asia Tenggara dan Asia Timur. Penemuan ini menjadi bukti penting sejarah manusia purba, sebagaimana dikaji oleh ilmuwan dunia dan tim Kementerian Kebudayaan.
Fadli Zon berharap masyarakat setempat dapat menjaga kelestarian gua dari kerusakan, termasuk aksi vandalisme.
“Gua ini adalah warisan penting untuk ilmu pengetahuan dunia. Kita semua punya tanggung jawab untuk melestarikannya,” katanya.
Fadli Zon datang ke Gua Lida Ajer bersama sejumlah tokoh, termasuk anggota DPR-RI Ade Rezeki Pratama, Wakil Ketua DPRD Sumbar Eviyandri Rajo Budiman, dan Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar Jefrinal Arifin. Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumbar, Undri, juga turut mendampingi.
Selain itu, Wali Nagari Tungkar Yusrizal Dt Pado menyampaikan harapan masyarakat agar Lida Ajer segera ditetapkan sebagai situs cagar budaya. “Ini akan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Limapuluh Kota dan Sumatera Barat secara keseluruhan,” ujar Yusrizal.
Bupati Limapuluh Kota, Safaruddin Dt Bandaro Rajo mengatakan, Pemkab telah mengambil lima langkah konkret untuk mendukung penetapan Gua Lida Ajer sebagai cagar budaya. Pertama, membentuk Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) tingkat kabupaten.
“TACB telah menyelesaikan administrasi yang diperlukan. Namun, kami masih membutuhkan surat izin dari pemilik lahan untuk menyelesaikan proses penetapan,” jelas Safaruddin.
Kedua, Pemkab telah menganggarkan dana khusus untuk mendukung penetapan tersebut pada 2024. Ketiga, TACB telah berkoordinasi dengan Wali Nagari, tokoh masyarakat, dan pemilik lahan untuk menyelesaikan kendala izin.
Keempat, tim TACB sedang bekerja intensif untuk menyusun rekomendasi penetapan gua sebagai Cagar Budaya Kabupaten. Kelima, rapat-rapat intensif telah digelar sejak Desember 2024 untuk mempercepat proses ini.
Sejarah dan Signifikansi Gua Lida Ajer
Gua Lida Ajer bukan hanya kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi dunia ilmu pengetahuan. Fosil gigi manusia purba yang ditemukan di gua ini pernah diteliti oleh Eugene Dubois, seorang antropolog terkenal.
M. Fajar Rillah Vesky, anggota DPRD Limapuluh Kota sekaligus penulis buku Lida Ajer: Dari Tungkar untuk Dunia, menyebut penetapan gua sebagai situs cagar budaya akan membawa manfaat besar, baik dari sisi pelestarian maupun pariwisata.
“Penetapan ini akan mendukung kesejahteraan masyarakat dengan tetap mengedepankan kelestarian gua,” katanya.
Berita Terkait
-
Istana Sering Pakai Tenda, Fadli Zon Bela Proyek Gedung Baru: Tak Langgar UU Cagar Budaya
-
Ada Peringatan Baru, Apakah 13 Juli Akan Jadi Hari Libur Nasional?
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan
-
Pengamat Nilai Transformasi Danantara Perkuat Kontribusi Pajak BRI bagi Negara
-
30 Tahun Menanti Perbaikan Drainase, Warga Dadok Tunggul Hitam Kembali Diterjang Banjir Parah
-
Banjir Terjang Kota Padang, 2.033 Warga Dievakuasi
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Jambi