SuaraSumbar.id - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) Resor Pasaman mengevakuasi seekor tapir langka yang masuk ke kolam Balai Benih Ikan (BBI) di Suko Menanti, Padang Tujuh, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (12/12/2024).
Tapir tersebut merupakan satwa yang dilindungi dan langka ditemukan di kawasan ini. "Benar, kita telah melakukan evakuasi terhadap satwa langka itu," ujar Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra.
Pihak BKSDA Sumbar mendapatkan informasi dari petugas BBI bahwa seekor tapir terlihat masuk ke kolam pada Kamis pagi.
Mendapatkan laporan itu, tim segera bergerak dari Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, menuju lokasi di Kabupaten Pasaman Barat. Saat tiba di lokasi, tim mendapati tapir langka tersebut terperangkap di kolam dan kesulitan untuk keluar.
“Kami berusaha mengevakuasi tapir itu menggunakan jaring, tetapi tidak berhasil. Akhirnya, kami menggunakan bius untuk mempermudah proses evakuasi,” katanya.
Setelah berhasil dikeluarkan dari kolam, tapir tersebut dibawa ke kantor BKSDA di Lubuk Sikaping untuk menjalani observasi kesehatan.
"Kesehatan tapir langka itu perlu diperiksa. Jika tidak ada masalah, kami akan melepaskannya kembali ke cagar alam suaka marga satwa," ungkapnya.
Tapir, dikenal juga sebagai tenuk atau badak babi, adalah mamalia herbivora besar endemik Pulau Sumatra. Satwa ini dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.
Kehadiran tapir di kawasan ini menjadi perhatian khusus karena populasinya yang semakin menurun akibat perburuan dan rusaknya habitat alami. Tim BKSDA berharap proses pelepasan kembali tapir langka ke habitat aslinya dapat mendukung pelestarian satwa ini. (antara)
Berita Terkait
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Viral Warga Mesuji Sembelih Tapir, DPR Desak Pelaku Segera Diproses Hukum
-
Terekam Kamera Trap, 5 Pemburu Macan Tutul Jawa di Gunung Sanggabuana Diringkus, Satwa Pincang
-
Dulu Punah, Kini Ikan Belida Jawa bisa Dibudidayakan
-
Menhut Lepasliarkan 2 Elang Ular Bido di Gunung Gede Pangrango, Salah Satunya Hasil Dari Penyerahan Warga
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
Rumah Dekat Jalan Raya Tingkatkan Risiko Gangguan Pernapasan pada Anak
-
Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Agam Ditangkap Saat Tidur
-
Cara Mengelola Keuangan yang Tepat, Bukan Sekadar Banyak Uang
-
Tidur Teratur Ternyata Bisa Membantu BAB Lancar Pagi Hari
-
Dedikasi Mantri BRI Layani Wilayah Kepulauan, Wujud Nyata Komitmen untuk Negeri