SuaraSumbar.id - PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan dua rest area di ruas Tol Padang-Sicincin sepanjang 36,6 kilometer. Hal itu dilakukan untuk mendukung perekonomian lokal melalui pelaku UMKM.
Rest area ini diharapkan dapat memberikan fasilitas peristirahatan bagi pengguna jalan tol sekaligus menjadi peluang bagi UMKM setempat untuk berkembang.
Direktur Operasi III PT Hutama Karya (Persero), Koentjoro, menyampaikan bahwa kedua rest area tersebut akan dibangun di sisi kiri dan kanan jalan.
Pernyataan ini disampaikan Koentjoro saat meninjau langsung pembangunan Tol Padang-Sicincin di Kabupaten Padang Pariaman bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang turut mendukung pengembangan fasilitas tersebut.
"Dua rest area ini akan dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah sekitar. Kami membuka peluang bagi mereka untuk berpartisipasi," ujar Koentjoro, dikutip dari Antara, Jumat (25/10/2024).
Koentjoro juga menjelaskan bahwa Hutama Karya tengah membangun dua pintu tol atau exit tol, masing-masing terletak di Kota Padang dan Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman.
Pembangunan ini masuk dalam proyek strategis nasional dan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.
Hingga kini, progres pembangunan Tol Padang-Sicincin yang dimulai pada tahun 2018 telah mencapai 89,40 persen. Pengerjaan tol ini mencakup berbagai elemen, termasuk jembatan sungai dan irigasi, interchange, overpass, box pedestrian, serta pembangunan rest area dan gerbang tol.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan penggunaan rest area bagi masyarakat lokal, terutama bagi UMKM.
“Komitmen kita bersama adalah melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas tol ini," ujar Andre.
Andre juga menambahkan bahwa saat ini Hutama Karya masih menunggu kepastian pembebasan lahan untuk membangun exit tol di Kecamatan Lubuk Alung. Proses ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (Antara)
Berita Terkait
-
Begini Cara 'Mafia Tanah' Mainkan Proyek Tol Sumatera Hingga Negara Rugi Lebih dari Rp205 Miliar
-
KPK Ungkap Korupsi JTTS Direncanakan Bintang Perbowo Jauh Sebelum Jadi Bos Hutama Karya
-
Tiga Notaris Jadi Saksi Kunci, KPK 'Kuliti' Skema Mafia Tanah Tol Sumatera
-
KPK Dalami Pesan WhatsApp Soal Persekongkolan Tersangka Kasus JTTS
-
KPK Ungkap Kerugian Negara Akibat Kasus JTTS Mencapai Rp 205,14 Miliar
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
CEK FAKTA: Penumpang Rekam Video Jatuhnya Pesawat ATR 42-500, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Pesawat Raksasa Rusia Bawa Bantuan ke Aceh, Benarkah?
-
Rutan Padang Gagalkan Penyelundupan Gawai, Disembunyikan Pengunjung Wanita di Pakaian Dalam
-
Hambatan Logistik Ancam Ekonomi Daerah, Pelindo Teluk Bayur Didesak Revitalisasi Alat Bongkar Muat
-
WEF 2026 Jadi Panggung BRI Dorong Akselerasi Bisnis Fintech Nasional