Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Kamis, 29 Agustus 2024 | 14:45 WIB
Komunitas Rimba Peduli di Sungai Pinang, Pesisir Selatan, menyulap sampah plastik menjadi BBM. [Dok.Istimewa]

Selain konservasi, gerakan nasional BCL juga wujud kerja nyata KKP untuk mengurangi sampah di laut. Program bersih-bersih sampah BCL hadir sejak 2022 dan telah melibatkan ribuan nelayan di 18 kabupaten dan kota di Indonesia.

"BCL memberdayakan nelayan dan masyarakat untuk membersihkan sampah laut bersama-sama," kata Hadi.

Saat ini, ada 8 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Kota Padang yang aktif memungut sampah laut setiap hari. Jumlah nelayan terlibat lebih dari 75 orang. "Mereka bergabung ke gerakan BCL setelah kami validasi," katanya.

Hadi mengatakan, isu sampah pesisir laut Indonesia sudah mendunia. Atas dasar itu, perlu kolaborasi berbagai pihak untuk menanganinya, seperti Pemprov Sumbar, Pemko, Pemkab, stakeholder terkait lainnya hingga komunitas masyarakat, seperti Rimba Peduli di Pesisir Selatan.

"Menjaga kesehatan laut dengan menggugah kesadaran semua orang peduli sampah. Dampaknya buruk sekali karena bisa merusak biota laut," bebernya.

Salah satu tujuan dari gerakan BCL adalah membangun kepedulian masyarakat, khususnya warga pesisir pantai hingga para nelayan. Sebab, salah satu penyebab sampah plastik mencemari laut adalah ulah perangai manusia yang buang sampah sembarangan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Reti Wafda mengatakan, Pemprov Sumbar terus mendukung dan bersama-sama menggerakkan penyelamatan laut dengan aksi peduli sampah lewat BCL.

Saat ini, kata Reti, produksi sampai di Sumbar mencapai 1.800 ton per harinya. Khusus di Kota Padang, bisa mencapai 600 ton per hari. Dari jumlah sampah tersebut, diperkirakan bocor ke laut hingga 30 persen. "Menjaga ekosistem laut salah satunya dengan mengurangi sampah plastik," katanya beberapa waktu lalu.

Dia berharap agar gerakan BCL mampu menyentuh masyarakat luas hingga mereka menyadari pentingnya menjaga laut. Dengan begitu, aktivitas membuang sampah sembarangan pun akan berkurang. Selain itu, menyadarkan bahwa sampah jika dikelola dengan baik justru bisa mendatangkan manfaat yang bernilai ekonomi.

"Buang sampah sembarangan merusak alam dan lingkungan kita sendiri," katanya.

Load More