SuaraSumbar.id - Kementerian Pertanian (Kementan) RI memastikan ketersediaan bantuan pupuk di daerah-daerah yang terdampak bencana lahar dingin dan banjir bandang di Sumatera Barat (Sumbar) pada Mei 2024 lalu.
Kepastian ini diberikan untuk memastikan bahwa sektor pertanian yang terdampak dapat segera pulih.
Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan, Jekvy Hendra, pada Selasa (13/8/2024), menyatakan bahwa bantuan dari Kementerian Pertanian ini mencakup semua kebutuhan di lokasi terdampak bencana alam.
Pernyataan ini disampaikan saat monitoring bersama Ombudsman dan PT Pupuk Indonesia Persero terkait penambahan kuota pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton.
"Khusus untuk pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang Panjang, Kementan mengalokasikan bantuan yang cukup besar," katanya.
Bantuan ini tidak hanya mencakup penyediaan bibit atau benih dan pupuk, tetapi juga anggaran untuk perbaikan infrastruktur pertanian seperti irigasi sawah.
Jekvy menambahkan bahwa bantuan pupuk akan direalisasikan setelah proses penanaman selesai, dan memastikan bahwa pupuk selalu tersedia di lapangan.
Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Febrina Tri Susila Putri, menjelaskan bahwa total bantuan dari Kementerian Pertanian senilai lebih dari Rp33 miliar terbagi menjadi dua bagian.
"Bagian pertama adalah bantuan reguler sebesar Rp23 miliar untuk benih, pupuk, dan kebutuhan lainnya yang saat ini sedang berproses di berbagai kabupaten dan kota," katanya.
Sisanya, Rp 10 miliar, dialokasikan untuk bantuan reklamasi atau pengangkatan material pascabencana lahar dingin dan banjir bandang di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang. Dana ini saat ini sedang disalurkan ke daerah terdampak agar proses pemulihan dapat segera dilakukan.
"Ada sedikit revisi terkait anggaran ini, namun insyaallah akhir Agustus setiap daerah terdampak bencana sudah bisa bekerja dan menggunakan anggaran ini," ujar Febrina. (antara)
Berita Terkait
-
Petrokimia Gresik Siapkan 219 Ribu Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam
-
Pupuk Bersubsidi Langsung Bergerak di Tahun Baru, 147 Transaksi Terjadi dalam 16 Menit
-
Tata Kelola Pupuk Bersubsidi Makin Transparan, Kementan Pastikan Tepat Sasaran
-
Ancaman Serius dari DPR, Distributor Pupuk Subsidi Bermasalah Siap-siap Dicabut Izin!
-
Cara Mudah Daftar Jadi Pelaku Usaha Distribusi Pupuk Indonesia Tahun 2026
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Maknai Kemerdekaan, Danantara melalui BRILink Agen Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri
-
Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan