SuaraSumbar.id - Ketua KONI Sumbar, Ronny Pahlawan, melaporkan kasus tindakan penyegelan sepihak terhadap Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat ke Polda Sumbar.
Penyegelan KONI Sumbar yang terjadi pada Senin (28/7/2025) itu dinilai ilegal dan mengganggu aktivitas organisasi keolahragaan di Sumbar.
Laporan kepolisian itu diterima oleh Pamin Siaga I SPKT Polda Sumbar, AKP Dedi Kurnia, pada Rabu (30/7/2025) pukul 01.04 WIB dini hari, dengan nomor registrasi STPLB/145.a/VII/2025/SPKT/POLDA SUMATERA BARAT.
Dalam laporannya, Ronny menyebutkan bahwa sekelompok orang yang mengaku sebagai perwakilan cabang olahraga di Sumbar mendatangi Kantor KONI Sumbar di Jalan Rasuna Said, Kota Padang.
Sekitar pukul 10.30 WIB, mereka meminta pegawai keluar dari kantor, lalu menyegel pintu utama menggunakan rantai besi dan menempelkan kertas bertuliskan “KONI SUMBAR DISEGEL”.
Ronny menegaskan bahwa penyegelan dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas. “Tindakan ini tidak disertai surat tugas atau putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” katanya dalam keterangan tertulis.
Ia menyebut beberapa nama yang diduga terlibat dalam aksi penyegelan seperti Septri, Alexander Dino, Zaimul, Ilmarizal, Fatimah, Junaidi, Arfan Rosyda, Azwar Akib, Seprinaldi, dan Risky Syahputra.
Beberapa dari mereka diketahui sebagai akademisi dan pelaku olahraga, namun menurut Ronny, tidak membawa mandat resmi dari cabor masing-masing.
“Tindakan ini telah melanggar hukum, terutama sebagaimana diatur dalam Pasal 160 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Ada unsur pidana yang sangat jelas dalam aksi ini,” tegas Ronny.
Akibat penyegelan, seluruh aktivitas olahraga di Sumatera Barat yang terkoordinasi melalui KONI Sumbar terhenti sementara. Hingga kini belum diketahui apakah terdapat dokumen atau aset organisasi yang hilang atau rusak, namun gangguan terhadap layanan publik sudah terasa.
“Penyegelan ini menghambat koordinasi kami dengan anggota KONI dan cabor lain. Ini bukan sekadar protes, tapi tindakan yang berdampak langsung terhadap roda organisasi,” kata Ronny.
Ronny berharap aparat penegak hukum segera memproses laporan ini secara profesional demi menjaga marwah institusi KONI serta keberlangsungan pembinaan olahraga di Sumatera Barat.
“Kami mendesak agar penyelesaian masalah ini mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. Jangan sampai tindakan sepihak seperti ini kembali terjadi,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Polisi Komentar Tak Berempati atas Meninggalnya Ojol Dilindas Barakuda, Berakhir Minta Maaf
-
Geger! Dirintelkam Polda Sumbar Acungkan Jari Tengah, 12 Massa Aksi Ditangkap
-
Beda Rekam Jejak Karier AKP Dadang dan AKP Ryanto Ulil, Sama-sama Pernah Jadi Kasat Narkoba!
-
Digunduli dan Tangan Diborgol, AKP Dadang Dihadirkan dalam Jumpa Pers Polda Sumbar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Diancam dan Dibekap, Pelajar di Tanah Datar Jadi Korban Kekerasan Seksual Paman Kandung
-
Tips Menyimpan Cabai Agar Tidak Cepat Busuk
-
Tip Memilih Sepatu Lari untuk Mengikuti Maraton
-
Libur Panjang 1-3 Mei 2026, KAI Sumbar Siapkan 23 Ribu Kursi Kereta Api Lokal
-
Menteri Pariwisata Dorong Perpanjangan Runway Bandara di Mentawai