Budi Arista Romadhoni
Selasa, 17 Maret 2026 | 17:45 WIB
Kawasan Lembah Anai di jalur utama Padang-Bukittinggi. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • Jalur Lembah Anai dibuka 24 jam selama Mudik Lebaran 2026.
  • Pemerintah percepat perbaikan titik rawan jalur Padang–Bukittinggi.
  • Empat puluh alat berat disiagakan antisipasi gangguan perjalanan mudik.

 

 

SuaraSumbar.id - Pemerintah memastikan kesiapan jalur utama Mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat (Sumbar), khususnya koridor Padang–Bukittinggi yang melintasi kawasan Lembah Anai dan Sitinjau Lauik.

Dua jalur ini menjadi salah satu rute vital bagi mobilitas masyarakat saat Mudik Lebaran 2026 dan arus balik Lebaran.

Pada periode Mudik Lebaran 2026, pemerintah memastikan ruas jalan nasional di kawasan Lembah Anai dapat dilalui selama 24 jam.

Kebijakan ini diambil untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat yang melintasi jalur Padang–Bukittinggi, salah satu rute utama Mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat.

Sebelumnya, ruas tersebut sempat diberlakukan pembatasan waktu operasional karena proses rekonstruksi pascabencana. Namun kini pemerintah memastikan jalur tersebut dapat difungsikan penuh selama periode Mudik Lebaran 2026.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pemerintah terus mempercepat penanganan sejumlah titik rawan di sepanjang jalur tersebut.

"Kami pastikan penanganan pada titik-titik rawan, seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik, terus dipercepat agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman," katanya, Selasa (17/3/2026).

Penanganan Jalur Lembah Anai dan Sitinjau Lauik

Pada ruas Padang–Bukittinggi, penanganan difokuskan di beberapa titik strategis yang sebelumnya terdampak bencana, termasuk kawasan Lembah Anai.

Selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran, ruas tersebut difungsionalkan dengan pengoperasian selama 24 jam guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.

Saat ini, progres penanganan di kawasan Lembah Anai mencapai sekitar 44 persen, dengan pekerjaan pondasi bore pile yang telah mencapai sekitar 78 persen.

Meski pekerjaan masih berlangsung, jalur tersebut tetap difungsikan untuk melayani pergerakan lalu lintas masyarakat selama masa mudik Lebaran.

Selain itu, Jembatan Kembar Margayasa juga akan difungsikan secara optimal selama periode mudik untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas pada koridor Padang–Bukittinggi.

Sementara itu, pada jalur Sitinjau Lauik yang saat ini tengah dibangun flyover, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melakukan rekayasa teknis guna menjaga kapasitas lalu lintas tetap memadai.

Penyesuaian dilakukan dengan menggeser posisi barrier ke arah drainase sehingga ruang kendaraan tetap optimal selama periode mudik Lebaran 2026.

Load More