SuaraSumbar.id - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), butuh shelter tsunami di sepanjang wilayah pesisir pantai. Hal itu berfungsi sebagai gedung evakuasi bencana atau tempat evakuasi sementara (TES) ketika bencana itu terjadi.
"Baru satu shelter tsunami di Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pasisie. Paling tidak dibutuhkan sembilan shelter lagi sebagai bentuk mitigasi bencana tsunami," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Zulkarnain, Selasa (4/6/2024).
Ia mengatakan, garis pantai di Pasaman Barat ada sekitar 152 kilometer dengan dihuni sekitar 80 ribu jiwa. Dibutuhkan shelter untuk evakuasi warga jika sewaktu-waktu terjadi tsunami.
Shelter tsunami yang ada saat ini hanya di Maligi Kecamatan Sasak Ranah Pasisie dengan ukuran bangunan sekitar 12x12 meter empat tingkat kapasitas 800 orang.
Sedangkan kebutuhan shelter saat ini di Katiagan Kinali, Sasak, Pulau Panjang Kecamatan Sungai Beremas, Mandiangin Kinali, Sikilang Kecamatan Sungai Aur dan Sikabau Kecamatan Koto Balingka.
Kebutuhan shelter di daerah pesisir pantai sangat dibutuhkan karena pada umumnya daerah pantai yang ada merupakan daerah terpencil. Jalan menuju daerah itu juga masih menyisir pantai.
"Akses jalan itu masih menyisir pantai. Jika terjadi tsunami maka warga dipastikan sulit keluar menyelamatkan diri sehingga diperlukan shelter," katanya.
Pihaknya telah mengusulkan ke Pemprov Sumbar agar bisa membangun shelter karena butuh anggaran yang besar.
Ia menyebutkan, Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang rawan bencana. Mulai dari banjir, longsor, gempa, dan tsunami.
Selain melakukan sosialisasi ke masyarakat waspada bencana juga berkolaborasi dengan nagari (desa) membentuk kelompok siaga bencana dari anggaran nagari (desa).
"Mitigasi dan kelompok siaga bencana di nagari sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana yang ada," sebutnya. (Antara)
Berita Terkait
-
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Shelter Tsunami Lombok
-
Bangunan Tak Bisa Digunakan, Negara Rugi Rp18,4 M Akibat Korupsi Pembangunan Shelter Tsunami di Lombok Utara
-
KPK Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pembangunan Shelter Tsunami Lombok Utara
-
KPK Panggil Ketua dan Sekretaris Pokja Kasus Dugaan Korupsi Proyek Shelter Tsunami di NTB
-
Miris! KPK Ungkap Kondisi Shelter Tsunami di NTB yang Dikorupsi: Sebagian Bangunan Roboh
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar