Kemudian makin lama air sungai semakin besar menghanyutkan material kayu hingga rumah di dekatnya. Sehingga dia tidak bisa ke luar dari lokasi itu.
Jika memaksakan, mungkin Mufrianto dan isteri akan hanyut dibawa derasnya air sungai.
Karena tidak hilang akal, satu-satunya harapan Mufrianto untuk bertahan adalah bergantung di batang pokat yang ada disamping warungnya.
"Tidak ada jalan lain, saya ajak isteri memanjat batang pokat dan disana kami pasrah apa yang terjadi. Sebab, mobil yang tadi kami pijak untuk naik ke atas pohon dan rumah sudah hanyut di bawa arus sungai," katanya.
Di atas batang pokat itu dia berdoa dan pasrah apa yang akan terjadi. Dia menyaksikan material dan rumah warga yang hanyut terseret banjir bandang.
"Kurang lebih 1,5 jam kami di atas batang pokat, kami pasrah, kami berdoa apa yang terjadi. Alhamdulillah kami selamat dari musibah ini," kata dia.
Diketahui, data dari posko utama tanggap Darturat bencana banjir bandang dan lahar dingin di Tanah Datar mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 32 orang dan 10 orang masih hilang. (Antara)
Berita Terkait
-
64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia
-
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga Level III, Potensi Erupsi Lanjutan Masih Tinggi
-
Anak Krakatau Masih Siaga, Suplai Magma dari Kedalaman Meningkat
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Serunya Berburu Karya Lokal di BRIZZI ARKIV Blok M Hub
-
Sidang Yogi Gilang Arya: Internet Jadi Kasus Hukum Justru Dipakai Polres Mentawai
-
BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026