SuaraSumbar.id - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat (Sumbar), Buya Gusrizal Gazahar meminta warga korban banjir bandang bercampur lahar dingin Gunung Marapai bersabar dan tetap kuat menghadapi musibah ini.
"Masyarakat harus tetap bersangka baik pada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, selagi kita semua masih bisa mohon ampunan dan beristighfar, azab tidak akan diturunkan, dan apa yang terjadi di Sumatera Barat saat ini adalah ujian," kata Gusrizal saat mengunjungi posko pengungsian di Bukit Batabuah, Agam, Selasa (14/5/2024).
Ia mengatakan, ujian diberikan kepada siapapun yang dikehendaki termasuk orang yang beriman.
"Ujian ini memiliki dua mata sisi antara mereka yang mungkin masih berlaku maksiat dan bagi orang beriman untuk terus menambah amal meninggikan derajat di mata Tuhan," kata Gusrizal.
Selain dari aspek keimanan, Ketua MUI mengungkap adanya pembelajaran yang harus diambil oleh pemangku kepentingan beserta masyarakat lain.
"Ambil pelajaran baik oleh pemangku pemerintahan, tokoh masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat dari bencana yang terjadi. Tidak bisa hanya bersandar menyerah karena faktor alam. Manusia adalah kalifah atau pimpinan yang bisa mengambil kebijakan," katanya.
Gusrizal menyatakan gerak cepat sebagai langkah antisipasi bencana yang sama harus segera dilakukan agar tidak memunculkan korban kembali.
"Saya pernah sampaikan di banjir bandang April lalu, jembatan yang ada saat ini tidak mampu membendung aliran air dari Gunung Marapi. Bagaimana hal ini bisa segera diatasi," kata dia.
Menurutnya, warga yang menjadi korban banjir di seluruh Sumbar harus segera dibantu penguatan iman dan mentalnya selain rehabilitasi tempat tinggal.
"Rumah mungkin bisa dibangun, tapi terpenting penguatan iman harus diutamakan. Selanjutnya pendampingan modal usaha mereka jangan dilupakan," kata Gusrizal.
"Doa menjadi hal paling wajib dilakukan. Manusia adalah makhluk lemah, tidak bisa sebagaimana kita saja. Kembali pada Allah," pungkas Buya Gusrizal. (Antara)
Berita Terkait
-
Cuaca Buruk, Helikopter Tim Pemantau Lahar Gunung Marapi Gagal Terbang dari Bukittinggi
-
Terus Bertambah, Korban Meninggal Dunia Banjir Lahar Hujan Gunung Marapi Mencapai 50 Orang
-
Update Banjir Lahar Dingin Sumbar: Korban, Kerusakan, Penyebab dan Imbauan BNPB
-
Banjir Sumbar Telan Korban Jiwa, Akun Jokowi hingga Anies Belum Ucapkan Belasungkawa
-
Diterjang Banjir Bandang, Masjid di Sumbar Masih Berdiri Kokoh
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Sering Terendam Banjir, Pemkab Padang Pariaman Putuskan Relokasi Puskesmas Sintuk
-
5 Ton Ikan Mati Massal di Danau Maninjau, Petani KJA Rugi Rp125 Juta
-
BMKG Pasang Alat Canggih di Padang-Pariaman, Pelayaran Makin Aman
-
Kosmetik Ilegal Dijual Rp35 Ribu di Marketplace Terbongkar, 3 Orang Ditangkap
-
Di Balik Keindahan Sitinjau Lauik, Ada Jalur Ekstrem yang Mematikan