SuaraSumbar.id - Seorang pria di Tapanuli Utara (Taput) berinisial SM (47) diduga hendak memperkosa seorang gadis berusia 14 tahun yang masih duduk di bangku SMP. Niatnya gagal karena korban menjerit.
Pelaku merudapaksa siswi SMP itu dengan modus mengantarkan korban pulang dengan naik sepeda motor.
"Peristiwa ini bermula saat korban hendak pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki pada Minggu 14 April 2024," kata Kasi Humas Polres Taput Aiptu W Baringbing kepada SuaraSumut.id, Kamis (17/4/2024).
Saat pulang jalan kaki, korban berpapasan dengan pelaku yang mengendarai sepeda motor. Lalu, pelaku berhenti dan menawarkan jasa untuk membonceng dan mengantarnya pulang.
Korban tidak curiga dan mengiyakan tawaran pelaku. Korban dan pelaku lalu berboncengan naik sepeda motor. "Tepat di dekat rumahnya, korban pun minta turun," katanya.
Tak dinyana, pelaku malah meminta gadis belia ini supaya lanjut dulu ke rumah pelaku dan nanti akan di antar kembali ke rumahnya.
"Dengan keadaan terpaksa korban pun nurut karena takut melompat dari sepeda motor tersebut," kata W Baringbing.
Setelah tiba di rumah pelaku yang berjarak 10 KM dari rumah korban, pelaku pun turun dari motornya serta mengajak korban masuk ke rumah.
Saat itu, korban mulai curiga. Apalagi, rumah pelaku berada di tempat sepi dan hanya ada 3 rumah tetangga, serta hari pun sudah mulai gelap.
"Korban pun nurut lalu berpura-pura ke kamar mandi," katanya.
Saat pergi ke kamar mandi, korban melarikan diri. Namun, aksinya terlihat oleh pelaku yang langsung mengejar korban.
"Sekitar 300 meter dari rumah pelaku di tempat sepi korban tertangkap karena pelaku menendang kakinya sampai terjatuh," ujar W Baringbing.
Saat terjatuh itulah pelaku memeluk korban sambil menciuminya pipi dan meraba-raba alat vital korban.
"Korban menjerit dan pelaku membujuknya dan mengurungkan niatnya untuk menyetubuhi korban. Namun ia telah memegang buah dada, mencium bibir dan memegang kemaluan korban sudah sempat terjadi," ujar W Baringbing.
Pelaku lalu mengantar pulang korban ke rumahnya. Saat itulah korban menceritakan perbuatan keji pelaku ke orang tuanya yang langsung membuat laporan ke pihak berwajib.
Tag
Berita Terkait
-
Percepat Pemulihan Pascabencana, Mendagri Instruksikan Pendataan Hunian Rusak di Tapanuli Utara
-
Akses Terputus, Relawan PSI Tetap Tempuh Jalan Sulit Salurkan Bantuan untuk Warga Tapanuli Utara
-
Akses Darat Putus! Polri Kirim Bantuan dari Langit ke Desa-Desa Terisolasi di Sumut
-
Tapanuli Utara Diguncang Gempa Selasa Pagi, BMKG Ungkap Penyebabnya!
-
Miris! Siswi SMP di Bombana Hamil 6 Bulan, Korban Rudapaksa Ayah Angkat dan 2 Pria Lain
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Angin Puting Beliung Terjang Agam, Dua Rumah Rusak dan Warung Tertimpa Pohon
-
Kronologi Aksi Foto Rombongan Arteria Dahlan di Tikungan Sitinjau Lauik: Bermula dari Miskomunikasi
-
Bandara Minangkabau Padat, 47 Penerbangan Hilir Mudik dalam Sehari, Rute Jakarta Mendominasi
-
Buntut Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Kota Minta Maaf
-
Sering Terendam Banjir, Pemkab Padang Pariaman Putuskan Relokasi Puskesmas Sintuk