SuaraSumbar.id - Nyimas Ariyani, perempuan berusia 21 tahun yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Kota Padang, tewas dibunuh oleh majikannya. Kejinya, ART tersebut dibunuh oleh majikannya sekeluarga.
Para pelaku itu terdiri dari pasangan suami istri Sri Hamdani (46) dan Daswanto (32), serta anak mereka Nanda Kurnia Putri (23).
Dalam perkembangan penyelidikan, Senin (25/3/2024), polisi kembali menetapkan seorang tersangka berinisial S (21) yang merupakan adik Nanda.
"Terbaru, S kami tangkap di Simalanggang, Kabupaten Limapuluh Kota. S adalah bagian dari jaringan keluarga yang terlibat dalam kasus ini," kata IPTU Adrian Afandi, Kanit Satreskrim Polresta Padang.
Peristiwa tragis ini bermula di sebuah kontrakan di Jalan Rimbo Tarok, Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, di mana Nyimas dianiaya hingga tewas pada Kamis, 14 Desember 2023.
Sebelum terungkap, pelaku menciptakan skenario palsu, mengklaim korban meninggal karena kecelakaan untuk menyesatkan warga sekitar.
Nyimas, yang berasal dari Kabupaten Bungo Jambi, telah bekerja dengan keluarga ini sejak November 2022, tidak hanya sebagai ART tetapi juga sebagai pengemis di kawasan Bypass Kota Padang, sesuai perintah Nanda.
Penyidikan menunjukkan bahwa Nyimas sering menerima kekerasan fisik yang brutal jika hasil mengemisnya tidak memuaskan pelaku, termasuk dipukul dengan kayu atau ikat pinggang.
Dalam upaya menyembunyikan kejahatan mereka, pelaku mengaku kepada warga sekitar bahwa Nyimas adalah adik kandung mereka dan bahkan menyusun cerita bahwa Nyimas meninggal karena kecelakaan di Jalan Bypass Kuranji.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Kota Padang Hari Ini, Senin 25 Maret 2024
Namun, kecurigaan masyarakat muncul ketika mereka melihat luka dan lebam pada tubuh Nyimas saat dimandikan, terutama karena keluarga itu bersikeras agar jenazah dimandikan malam itu juga dan dibawa ke kampung halaman korban di Sungai Geringging, Kabupaten Padangpariaman.
Kecurigaan berubah menjadi penyelidikan ketika kakak kandung Nyimas, Riza Aldi Iswana (25), datang ke Padang dan melaporkan kejanggalan kematian adiknya ke Polresta Padang.
Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang, dipimpin oleh Brigadir Adam Yulfian, mengambil alih kasus tersebut dan mulai memeriksa saksi-saksi, mengungkap bahwa kematian Nyimas bukanlah kecelakaan.
Lebih jauh, tim investigasi menemukan bahwa jasad Nyimas tidak dibawa ke Sungai Geringging seperti klaim pelaku, melainkan dimakamkan secara diam-diam di pemakaman Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, tanpa pengetahuan atau persetujuan dari keluarga aslinya.
Ekshumasi yang dilakukan pada 22 Januari 2024 membongkar kuburan Nyimas, mengungkapkan kekerasan ekstrem yang dialami korban sebelum kematiannya.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang Hari Ini, Senin 25 Maret 2024
-
Jadwal Imsak-Salat Subuh Padang dan Sekitarnya, Minggu 24 Maret 2024
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang Hari Ini, Sabtu 23 Maret 2024
-
Jadwal Imsak Kota Padang Sabtu 23 Maret 2024, Lengkap dengan Niat Puasa Ramadan
-
Jalur Satu Arah Padang-Bukittinggi Mulai 7 April 2024, Ini Rutenya
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi