SuaraSumbar.id - Enam anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Sijunjung mengalami kesurupan, saat hari pencoblosan. Insiden tersebut terjadi setelah mereka bekerja hingga subuh, yang menyebabkan kelelahan ekstrem.
Peristiwa kesurupan ini terjadi di Kecamatan Koto VII. Selain kasus kesurupan, dilaporkan juga tiga petugas lainnya mengalami kelelahan hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Juni Wandri, Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Sijunjung, mengungkapkan bahwa tiga petugas KPPS tersebut berasal dari dua kecamatan berbeda, yaitu dua orang dari Kecamatan Lubuk Tarok dan satu orang dari Kecamatan IV Nagari.
"Kami memiliki tiga orang petugas KPPS di Kabupaten Sijunjung yang harus dirawat di RSUD Sijunjung karena kelelahan setelah proses penghitungan suara di TPS," ungkap Juni Wandri dalam wawancara, Kamis (15/2/2024).
Baca Juga: PKS Memimpin Perolehan Suara Sementara di Pileg 2024 DPR RI Dapil II Sumatera Barat
Lebih lanjut, Juni Wandri menjelaskan bahwa enam petugas KPPS yang mengalami kesurupan tersebut terjadi di lokasi TPS yang berbeda, disebabkan oleh faktor kelelahan. Meski demikian, mereka tidak sempat dirawat.
Meskipun terjadi insiden kesurupan dan kelelahan di antara anggota KPPS, proses pemungutan suara di Kabupaten Sijunjung secara umum berjalan dengan aman dan lancar.
Juni Wandri juga menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan tentang pemungutan suara ulang di Kabupaten Sijunjung.
Proses penghitungan suara di tingkat kecamatan dijadwalkan akan dimulai pada hari berikutnya, dan hasil Pemilu secara resmi akan diumumkan oleh KPU RI secara berjenjang.
Juni Wandri memperkirakan bahwa hasil untuk DPRD tingkat kabupaten akan disampaikan di tingkat KPU Kabupaten pada awal Maret mendatang.
Baca Juga: Persaingan Ketat Antara PKS dan Nasdem di Pileg 2024 DPR RI Dapil Sumatera Barat
Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya kesejahteraan dan kesehatan para petugas KPPS yang telah bekerja keras dalam mewujudkan proses demokrasi di Indonesia.
Berita Terkait
-
Bantah Dukung 02, Larissa Chou Tegas Tak Pernah Kampanyekan Paslon Mana Pun
-
Sritex Resmi Tutup, Publik Ungkit Dukungan Jor-joran untuk Gibran di Pemilu 2024: Pada Nyesel Gak Ya?
-
Dituding Terima Dukungan dari Riza Chalid Saat Pemilu 2024, Anies Baswedan Beri Reaksi Kocak: Kena Terus Pak!
-
Ulasan Film Horor 'Kemah Terlarang: Kesurupan Massal': Seram, tapi Kok Agak Nanggung?
-
3 Film Horor Hype Indonesia yang Bisa Kamu Saksikan di Netflix, Ada Sumala!
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
8 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Pasaman Barat Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025, 3 Tewas!
-
Langkah Hebat Desa Wunut, Bagi-Bagi THR dan Sediakan Jaminan Sosial untuk Warga
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI
-
Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!