SuaraSumbar.id - JGuru Besar Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Driyarkara, Romo Magnis Suseno, mengkritik sistem politik Indonesia saat ini yang ia anggap telah digunakan oleh beberapa pihak tertentu untuk menggerakkan sistem negara demi keuntungan pribadi dan keluarga.
Dalam diskusi virtual yang diadakan di akun Youtube Media Indonesia, Romo Magnis menyampaikan pandangannya mengenai kondisi politik saat ini.
“Kelas politik kita tampaknya telah berkolusi untuk memanfaatkan kekuasaan yang mereka miliki,” ucap Romo Magnis Suseno, dikutip hari Minggu (14/1/2024).
Menurut Romo Magnis, fenomena ini terjadi secara terang-terangan, di mana kekuasaan digunakan untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga.
Romo Magnis menambahkan bahwa masyarakat seakan-akan dipaksa untuk mengikuti sistem pemerintahan yang ada, yang lebih mementingkan keuntungan kelompok tertentu.
"Terlihat jelas adanya praktik dinasti, di mana anak dan keluarga dipromosikan tanpa rasa malu," jelas Romo Magnis.
Pernyataan ini menyoroti kekhawatiran akan adanya praktik nepotisme dan favoritisme dalam sistem politik Indonesia.
Kritik Romo Magnis ini menunjukkan kebutuhan untuk reformasi politik yang lebih berorientasi pada kepentingan umum dan transparansi dalam penggunaan kekuasaan.
Kontributor : Rizky Islam
Baca Juga: KPU: Cuma PSI yang Belum Penuhi Syarat Laporan Awal Dana Kampanye
Berita Terkait
-
KPU: Cuma PSI yang Belum Penuhi Syarat Laporan Awal Dana Kampanye
-
Pengamat: Ganjar dan Anies Bisa Berkoalisi Melawan Rezim Jokowi
-
Prabowo Ngomong soal Malin Kundang, Mardani PKS Ingat Kelakuan Jokowi ke Megawati
-
Anies Dilaporkan ke Bawaslu, Sekjen PDIP Nilai Bibit Otoriter Prabowo - Gibran
-
Potensi Koalisi Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud di Pilpres 2024 Picu Spekulasi Politik
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Sidang Yogi Gilang Arya: Internet Jadi Kasus Hukum Justru Dipakai Polres Mentawai
-
BRI Dorong Akses Hunian, Perkuat Sinergi Ekosistem Perumahan di Jakarta
-
Jangan Lewatkan Promo BRI Kartu Kredit untuk Jus Buah Boost, Diskon 25% dengan Tap to Pay
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo