Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Rabu, 03 Januari 2024 | 18:15 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi. [Dok.Antara]

SuaraSumbar.id - Sejumlah indikator kinerja makro Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada 2023 melebihi target. Misalnya saja Indek Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 75,64 persen yang menempatkan Sumbar di posisi tujuh tertinggi secara nasional.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan, Pemprov Sumbar menargetkan IPM pada 2023 bisa mencapai 73,23 persen. Ternyata, realisasinya lebih tinggi yaitu 75,64 persen.

"IPM Sumbar pada 2023 itu juga lebih tinggi dari IPM pada 2022 yang berada pada posisi sembilan tertinggi nasional dengan nilai 74,26 persen," ujarnya, Rabu (3/1/2024).

Pada 2024, katanya, Pemprov Sumbar menargetkan nilai IPM 74,25 persen sesuai Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi 2023, dari target 4,57 persen secara keseluruhan tercapai 4,79 persen. Sedangkan indeks gini ratio atau jarak antara kaya dengan miskin cukup rendah. Dari target 0,296 persen, realisasinya mencapai 0,280 persen per Maret 2023.

Angka itu menempatkan Sumbar pada posisi tiga terendah di nasional. Artinya, jarak orang kaya dengan miskin di Sumbar tidak begitu tinggi.

Sementara tingkat kemiskinan di Sumbar berada pada angka 5,90 persen. Jumlah itu lebih baik dari target yang ditetapkan pada 2023 yaitu 6,16 persen. Hal itu menempatkan Sumbar pada posisi enam terendah secara nasional.

"Berdasarkan angka itu, jumlah penduduk miskin di Sumbar ditargetkan menurun menjadi 353,68 ribu jiwa, tapi realisasinya lebih baik hingga penduduk miskin pada 2023 menurun menjadi 340,37 ribu jiwa," ujarnya.

Terkait kemiskinan ekstrem, realisasi kinerja Pemprov Sumbar juga melebihi target. Dari target 0,50 persen terealisasi 0,41 persen dan ditargetkan pada 2024 menjadi nol persen.

Kemudian angka pengangguran terbuka pada 2023 cukup kecil. Ditargetkan bisa mencapai 6,45 persen pada 2023, tapi dengan berbagai upaya tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 5,94 persen.

Load More