SuaraSumbar.id - Nabi Khidir, meski tidak termasuk dalam daftar 25 nabi dan rasul yang disebutkan dalam Islam, tetap merupakan salah satu utusan Allah SWT yang memiliki cerita dan hikmah yang mendalam.
Doa-doa yang pernah dipanjatkan Nabi Khidir, khususnya dalam menghadapi cobaan, memberikan contoh tentang bagaimana berdoa dengan keikhlasan dan keyakinan.
Dikisahkan dalam berbagai sumber termasuk dalam buku "Nabi Khidir" (2012) oleh M. Alwi Fuadi, Nabi Khidir memiliki keunikan tersendiri sebagai sosok yang misterius dengan sejarah yang tidak sepenuhnya jelas.
Namun, ajaran dan doa-doa beliau tetap relevan dan dapat diamalkan oleh umat Islam.
Salah satu doa Nabi Khidir yang terkenal adalah doa untuk memohon dikabulkan segala hajat, yang berbunyi:
بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَسُوْقُ الْخَيْرَ إلَّا اللهِ بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا يَصْرِفُ السُّوْءَ إلَّا اللهُ بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ بِسْمِ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِا للهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Bismillahi ma shaallah la yasuqul khoiro illallah, bismillahi ma shaallah la yashrifus su'a illallah, bismillah ma shaallah ma kana min ni'matin fa minallah, bismilla ma shaallah la hawla wala quwwata illa billahil 'aliyyil adzim.
Artinya: "Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada yang menyingkirkan keburukan kecuali Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tidak ada kenikmatan melainkan dari Allah. Dengan nama Allah yang segala sesuatu terjadi dengan kehendak-Nya, tiada daya untuk berbuat kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah dan tiada kekuatan untuk menghindari dari perbuatan maksiat kecuali dengan perlindungan Allah yang maha tinggi dan maha agung."
Doa ini merefleksikan keimanan dan ketundukan total kepada Allah SWT, mengingatkan bahwa segala kebaikan dan pertolongan hanya berasal dari-Nya.
Baca Juga: Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan: Refleksi Kesadaran dan Permohonan Ampun
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Doa Nabi Yunus dalam Perut Ikan: Refleksi Kesadaran dan Permohonan Ampun
-
Doa Nabi Adam: Bertobat, Mengingat Kesalahan dan Memohon Ampunan Allah
-
Doa Nabi Zakaria Memohon Keturunan: Mengingat Kesabaran dan Keteguhan Hati dalam Berdoa
-
Mengatasi Mimpi Buruk dengan Doa dan Sunnah Sebelum Tidur Menurut Ajaran Islam
-
Doa dan Zikir untuk Bepergian Jauh: Amalan Sunah untuk Keselamatan dan Kebaikan Perjalanan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla di Jambi
-
Manfaat Timun untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
-
Dari Pekerja Migran ke Pengusaha, BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Keterampilan Bisnis
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Hore! Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho, Hasil Program Rehabilitasi Kemenhut