SuaraSumbar.id - Di tengah situasi yang terus memanas di wilayah Gaza, Palestina, akibat serangan udara yang berkelanjutan oleh Israel, umat Muslim di seluruh dunia dianjurkan untuk menunjukkan solidaritas mereka.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melalui pelaksanaan salat gaib dan pembacaan doa qunut nazilah, sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual terhadap rakyat Palestina yang terdampak serangan tersebut.
Doa qunut nazilah dikenal sebagai doa yang dibaca untuk menangkal musibah yang menimpa umat muslim.
Dalam situasi saat ini, doa ini dianggap sebagai salah satu cara bagi umat Islam untuk menyuarakan dukungan mereka terhadap saudara-saudara mereka di Palestina yang mengalami kesulitan.
Pada praktiknya, doa qunut nazilah biasanya dibaca sebelum sujud pada rakaat terakhir di setiap shalat wajib lima waktu.
Tata cara membacanya meliputi membaca doa qunut nazilah setelah rukuk di rakaat terakhir.
Saat salat Zuhur dan Asar, doa dibaca dengan suara pelan, sementara pada salat Subuh, Magrib, dan Isya, doa dibaca dengan suara keras, baik ketika salat dilakukan secara sendiri maupun berjamaah.
Bagi imam yang memimpin salat, kata ganti dalam doa qunut nazilah dapat diubah menjadi bentuk jamak untuk mewakili jamaah, dengan makmum cukup mengaminkan doanya.
Doa Qunut Nazilah berbunyi:
Baca Juga: Wali Kota Bukittinggi Keluarkan Surat Edaran, Minta Masyarakat Tak Gunakan Produk Pro Israel
اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ
Allahumma inna nasta‘inuka wa nastaghfiruk, wa nastahdika wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsni'alaikal khaira kullahu nasykuruka wa la nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyaka na‘budu, wa laka nushalli wa nasjud, wa ilaika nas‘a wa nahfid, narju rahmataka wa nakhsya adzabak, inna adzabakal jidda bil kuffari mulhaq."
Artinya: Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu. Beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu. Bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah. Hanya kepada-Mu kami hadapkan salat ini dan bersujud. Hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.
Praktik ini diharapkan tidak hanya membawa ketenangan bagi mereka yang terdampak di Gaza, tetapi juga menjadi simbol kesatuan dan kepedulian umat Islam di seluruh dunia.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Wali Kota Bukittinggi Keluarkan Surat Edaran, Minta Masyarakat Tak Gunakan Produk Pro Israel
-
Ribuan Warga Pasaman Barat Jalan Kaki Galang Donasi untuk Palestina, Shalat Gaib Jelang Beraksi
-
Politikus PDIP Sendirian Gelar Aksi Boikot Produk Israel di Padang: Hindari Transaksi yang Mendukung Penjajah Palestina!
-
Pemprov Sumbar Kirim Donasi Rp 2,4 Miliar untuk Rakyat Palestina: Doakan Sesama Muslim Dilindung Allah!
-
Muhammadiyah Minta PBB Hentikan Standar Ganda Soal Perang Palestina
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
BBM Alat Berat Langka Pasca Tanggap Darurat, Pembersihan Material Bencana di Agam Terkendala!
-
Kak Seto Sambangi Anak Penyintas Banjir di Sumbar: Mereka Perlu Perlakuan Khusus!
-
Akses Talamau Pasaman Barat Terancam Putus, Jembatan Panjang-Talu Perlu Jalan Alternatif!
-
Benarkah Pemerintah Diskon Listrik Daerah Terdampak Bencana Sumatera? Ini Kata Menteri Bahlil
-
5 Ciri-Ciri Anak Terpapar Ekstremisme Lewat Komunitas True Crime Community, Ini Penjelasan Densus 88