SuaraSumbar.id - Petani di sekitar lereng Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar), masih tetap beraktivitas meski erupsi masih terjadi. Bahkan, pemerintah setempat juga telah memberikan imbauan larangan sementara waktu.
"Kami sudah memberikan peringatan dan imbauan larangan kepada warga Batu Palano yang 90 persen dari 3.000 warga adalah petani. Tapi sebagian kecil masih beraktivitas," kata Kepala Desa Batu Palano, Darizal, Senin (4/12/2023).
Imbauan yang disampaikan berupa kewaspadaan dan selalu memonitor perkembangan erupsi gunung api Marapi. Pemerintah desa juga memanfaatkan pengeras suara di mesjid dan mushala daerah setempat.
Darizal mengungkap warga di sekitar lereng gunung telah terbiasa dengan hembusan abu vulkanik walaupun erupsi yang terjadi pada Minggu (3/12/2023) memiliki intensitas yang lebih besar.
"Di awal erupsi, memang sebagian besar langsung berhenti berladang karena adanya suara gemuruh yang cukup besar, namun tidak berapa lama mereka kembali bekerja seperti biasa," katanya.
Menurutnya, Batu Palano dengan jarak lima kilometer dari puncak Gunung Marapi menjadi pintu masuk para pendaki gunung. Namun, saat awal erupsi tidak jelas terlihat karena tertutup kabut.
"Kebetulan tidak terlihat letusannya, yang terasa hanya getaran dan disangka warga adalah gempa kecil, ada lima desa kecil atau jorong di daerah ini, Jorong Simpang 4, Simpang 3, Padang Tarok, Giring-Giring dan Aceh Baru," kata Darizal.
Ia mengungkap hingga saat ini, untuk wilayah Batu Palano Sungai Pua tidak mengalami kerugian berarti apalagi adanya korban jiwa.
Salah seorang petani cabai di Batu Palano, Husniah (50) mengatakan dirinya sempat dilarang ke ladang oleh anaknya karena takut terdampak erupsi, tapi ia bersikeras tetap bekerja.
"Awalnya memang dilarang anak, namun karena erupsi yang lalu juga tidak terlalu mengganggu, maka saya kembali saja ke ladang," kata dia.
Sungai Pua menjadi daerah pertanian subur di Sumbar dengan ragam hasil tani berupa cabai, tomat, wortel, kol dan sawi. "Hasil panen musim ini cukup berhasil, semua kami jual hingga luar daerah, paling banyak pesanan ke Riau," pungkas Husniah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel
-
Resmob Polda Sumbar Ungkap Dugaan Pencurian Alat Pendeteksi Banjir di Padang, Satu Orang Ditangkap
-
BRI Berikan Promo Khusus Hari Sumpah Pemuda, Belanja Pakai QRIS BRImo & Kartu BRI Debit Dapat Diskon
-
Harga Kebutuhan Pokok di Aceh Timur Stabil
-
Prajurit Kopassus Berpangkat Letda Jadi Tersangka Kelalaian Penggunaan Senpi