Dikatakannya, ninik mamak dan KAN sudah tidak didengar lagi oleh masyarakat karena dianggap akan menggadaikan Gunung Talang kepada pihak perusahaan.
Padahal dirinya bersama ninik mamak di KAN hanya mendukung program pemerintah sesuai amanat Undang Undang Dasar 45 Pasal 33 Ayat 3 yakni bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
"Proyek ini bukan kami yang meminta dijalankan. Tapi ini program pemerintah. Dan kami sudah melihat manfaat besarnya untuk kehidupan masyarakat," tuturnya.
Bujang mengaku tidak mengetahui secara persis bagaimana sikap masyarakat saat ini terhadap rencana proyek geothermal di Gunung Talang. Kata dia, sementara situasi di Batu Bajanjang terlihat kondusif karena masyarakat merasa perusahaan tidak jadi menggarap geothermal di Gunung Talang.
Tapi bila proyek ini kembali akan dijalankan, harus ada sosialisasi secara intens dari Pemda supaya masyarakat benar-benar paham bahwa proyek ini tidak akan mengganggu aktivitas pertanian dan juga akan berdampak baik kepada ekonomi masyarakat sekitar.
Bujang tak dapat memungkiri 95 persen kehidupan masyarakat Batu Bajanjang adalah masyarakat petani yang paranoid lahan mereka akan hilang dan rusak bila ada proyek geothermal.
"Kalau sudah ada lagi orang dari luar masuk ke kawasan lokasi rencana geothermal, masyarakat akan berkumpul lagi untuk menolak. Tanpa dikomandoi," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu, meminta masyarakat tak khawatir dengan keberadaan proyek tersebut. Dia menyebut hal itu tidak akan mengganggu lahan pertanian.
Dia mencontohkan geotermal yang ada di Kabupaten Solok Selatan berupa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). "Dari proyek itu saja, Solok Selatan bisa mendapatkan PAD senilai Rp 70 miliar. Sedangkan dari total PAD Kabupaten Solok saja tidak sampai segitu," katanya, Jumat (13/10/2023).
Baca Juga: Begini Penilaian Analis Terkait Modal Kerja PGEO Negatif
Soal proyek, dia juga telah melakukan studi banding ke daerah lain yang proyek geothermal berjalan lancar dan itu bisa berdampingan dengan masyarakat.
"Petani fokus dengan pertaniannya, geothermal berjalan menghasilkan PAD, memastikan energi dan menyerap tenaga kerja," ungkapnya.
Jon meminta masyarakat, khususnya di kenagarian yang akan terkena dampak proyek geothermal, agar tidak perlu takut dan terprovokasi pihak tertentu yang ingin proyek geothermal ini batal.
"Kita harus sadar, tidak semua lo daerah punya potensi energi panas bumi. Kita di Solok punya. Kenapa tidak kita maksimalkan itu. Banyak nanti tenaga kerja yang akan terserap Banyak nanti peluang kerja yang akan terserap, baik secara langsung maupun tidak langsung dari ekosistem pembangkit listrik ini," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Kembali Bahas Potensi Geothermal Gunung Talang yang Dulu Ditolak Warga, Wakil Bupati Solok: Hanya Masalah Komunikasi!
-
Pemkab Solok Sediakan Beasiswa S1 Bagi Lulusan SLTA
-
PGEO Jajaki Peluang Bisnis di Negara Pengembang Panas Bumi Terbesar Afrika
-
Saham PGEO Meroket, Sempat Naik Hingga 9,34%
-
Beban Keuangan PGEO Naik, Begini Kata Analis
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Tips Aman Traveling Saat Hamil, Dokter Bagikan Hal Penting yang Harus Diperhatikan
-
Waspada! Merokok Sesekali Tetap Berbahaya dan Bisa Picu Penyakit Serius
-
Kenapa Baru Saja Makan Tapi Cepat Lapar Lagi? Bisa Jadi Tanda Kesehatan Bermasalah
-
5 Warung Kopi Legendaris di Padang, Surga Pecinta Kopi Tradisional yang Wajib Dicoba
-
Bertentangan dengan Norma Agama dan Nilai Sosial, 252 Miras di Pesisir Selatan Dimusnahkan