SuaraSumbar.id - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhammad Iqbal mendorong pemerintah pusat, terutama Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemprov Sumbar untuk mempercepat pembebasan lahan Tol Padang-Sicincin yang hingga kini belum rampung.
"Kita berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan pihak Pemprov Sumatera Barat. Jika ini selesai, saya kira pembangunan ini akan berjalan lancar," kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Iqbal di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (25/5/2023).
Iqbal mengatakan bila proses pembangunan Tol Seksi Padang-Sicincin sepanjang 36,15 kilometer tidak selesai hingga waktu yang ditargetkan, maka pembangunannya akan dilanjutkan pada tahun 2024.
"Kalau ternyata sampai waktu yang ditentukan belum selesai, ya tidak apa-apa kita lanjutkan, dan tidak ada masalah," ujarnya.
Pada kesempatan itu ia menekankan biaya penggantian lahan masyarakat yang terdampak harus diselesaikan tanpa adanya pihak yang merasa dirugikan.
Saat ini masih terdapat 81 bidang tanah atau sekitar lima persen yang belum selesai dari total 1.622 bidang tanah untuk pembangunan keseluruhan Tol Padang-Pekanbaru sepanjang 254 kilometer tersebut.
Ia berharap peran kepala daerah, terutama Bupati Padang Pariaman, melakukan berbagai upaya agar masalah tersebut segera terselesaikan.
Sementara itu Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengatakan untuk pembangunan Tol Padang-Sicincin, tanah yang belum bebas atau masih dalam tahap konsinyasi hanya sekitar empat persen.
"Sekarang tol itu dikerjakan siang dan malam. Semua ruas jalan tol itu ada di Kabupaten Padang Pariaman," ujarnya.
Baca Juga: Kerjasama JICA Berakhir 31 Januari, Kelanjutan Tol Payakumbuh-Pangkalan Jadi Sorotan
Suhatri Bur mengungkapkan salah satu masalah pembangunan Tol Padang-Pekanbaru tersebut karena harga tanah masyarakat yang dibayarkan dinilai terlalu kecil.
"Masak tanah orang dihargai sangat rendah. Jadi masyarakat rugi, harga nilai tanah Rp200 ribu dibayar Rp35 ribu per meter," ungkapnya.
Setelah ia terpilih sebagai Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur melakukan lobi agar harga tanah tersebut diganti dengan harga yang wajar atau pantas sehingga masyarakat menyerahkannya. (Antara)
Berita Terkait
-
Pemprov Sumbar Bebaskan 1.541 Bidang Tanah Tol Padang-Sicincin, Pembangunan Diupayakan Rampung 2024
-
Presiden Jokowi Ingin Tol Padang-Pekanbaru Cepat Selesai, Tak Sekedar Teori
-
Tak Hanya Soal Kerjasama JICA Berakhir, Warga Juga Masih Keberatan Soal Pembangunan Tol Payakumbuh-Pangkalan
-
Ketua DPRD Sumbar Singgung Tanggungjawab Gubernur Soal Lambannya Pembangunan Tol
-
Dua Nagari di Limapuluh Kota Masih Menolak, Gubernur Jamin Pembangunan Tol Payakumbuh-Pangkalan Tak Rugikan Masyarakat
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Mencapai Rp11,06 Miliar
-
5 Minuman yang Bisa Kendalikan Tekanan Darah
-
PAD Kabupaten Agam Selama Enam Bulan Capai Rp92,08 Miliar
-
Obesitas Berisiko Alami Penyakit Ginjal pada Anak, Pola Makan Jadi Sorotan
-
Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman