SuaraSumbar.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah mengatakan, angka kematian ibu dan bayi di Sumbar masih tinggi.
Dari data Dinas Kesehatan Sumbar tahun 2021 mengungkapkan sebanyak 193 ibu meninggal dunia. Sementara itu, bayi yang meninggal jauh lebih tinggi yakni 891 kasus.
"Kejadian kematian paling banyak terjadi saat sang ibu di masa nifas. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Mahyeldi usai membuka rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) Sumbar di Padang, Senin (22/11/2022).
Menurut Mahyeldi, kematian ibu terbanyak saat masa nifas sebanyak 49,2 persen dan saat kehamilan 28, 8 persen. Hanya 22,5 persen terjadi saat persalinan dan 70,2 pesen kematian terjadi di RS.
“Masih tingginya AKI di daerah kita terjadi karena banyak faktor. Salah satunya karena lambat mendapat pelayanan di sektor kesehatan. Karena itu dalam raker ini semua permasalahan kesehatan di Sumbar akan dibahas dan dicarikan jalan keluarnya,” katanya.
Di sisi lain, berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 diketahui, 1 dari 4 anak Indonesia mengalami stunting dengan prevelansi stunting sebesar 24,4 persen. Data stunting provinsi Sumbar pada lima tahun terakhir sudah menunjukkan trend penurunan pada tahun 2017 sebesar 30,6 persen, tahun 2018 sebesar 29,9 persen, tahun 2019 27, 47 persen. Tahun 2022 sebesar 26,71 persen dan tahun 2021 sebesar 23,3 persen.
"Dari angka tersebut terjadi penurunan rata-rata sebesar 2 persen per tahun. Targetnya turun 14 persen pada 2024 nanti. Untuk mencapai target perlu kerja keras bersama, bukan hanya kerja dinas kesehatan semata, tapi seluruh stakeholder,” terangnya.
Penyakit lainnya yang masih menunjukkan angka tinggi adalah Penyakit Tidak Menular (PTM). Tiga PTM yang sekarang menjadi perhatian Dinkes Sumbar adalah hipertensi dengan jumlah kasus 43.319 orang, Diabetes Melitus (DM) 28.704 kasus dan kasus penyakit jantung sebanyak 25.465 kasus. Kemudian kasus penyakit menular TBC estimasi 22.944 kasus di Indonesia yang baru ditemukan 36 persen (8.259) dan masih ada 14.684 yang belum ditemukan.
“Kesehatan merupakan investasi SDM serta memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Karena itu menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan demi kesejahteraan masyarakat,” terang Mahyeldi.
Baca Juga: Gubernur Sumbar Sorot Kisruh PHK Pekerja Pabrik AQUA Solok: Distrubusi Jangan Sampai Terhenti!
Mahyeldi mengatakan, pemerintah bertanggung jawab atas ketersediaan akses terhadap informasi, edukasi dan fasilitas pelayanan kesehatan. Di Sumbar sendiri saat ini terdapat 33 RS pemerintah dan 42 RS swasta.
Berita Terkait
-
Berapa UMP Sumbar 2025? Kenaikannya Tak Sampai Rp 200 Ribu!
-
KPU Warning Cagub Sumbar yang Berstatus Kepala Daerah: Wajib Cuti Pilkada 2024, Jangan Pakai Fasilitas Negara!
-
Gubernur Sumbar Desak Cabut Aturan Lepas Jilbab Paskibraka di IKN: Melecehkan Ajaran Agama dan Melanggar Konstitusi!
-
Baliho Audy Joinaldy dan Arief Muhammad Ramai di Kota Padang, Sinyal Duet Maju Pilgub Sumbar 2024?
-
Profil Mahyeldi: Karier Politik Moncer, Jadi Gubernur Saat Jabat Wako Padang, Kini Maju Pilgub Sumbar dengan Wakil Baru
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI
-
Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!
-
Daftar 5 Ruas Tol Trans Sumatera Gratis Arus Balik Lebaran 2025, Tol Padang-Pekanbaru Paling Sibuk!
-
Kronologi Nenek dan 2 Cucu Hilang di Pantai Tiku Agam hingga Ditemukan Seperti Ini