SuaraSumbar.id - Fenomena biduan sawer di sebagian wilayah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) bikin resah masyarakat. Aksi joget-joget biduan tersebut terjadi saat adanya hiburan musik orgen tunggal yang berlangsung hingga larut malam.
Para Niniak Mamak di Pemerintah Nagari di Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, mulai menyusun Peraturan Nagari (Perna) yang mengatur aktivitas hiburan.
Salah seorang Niniak Mamak Nagari Lubuk Basung, Helmon Dt Hitam mengatakan, hiburan malam orgen tunggal bukan cerminan budaya Minangkabau yang memegang falsafah Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah (ASBK). Banyak aturan dan norma yang dilanggar selain itu sangat mengganggu waktu istirahat.
"Saat acara hiburan malam, laki-laki dan perempuan berkumpul di lokasi, belum lagi saat tengah malam, ada saja biduan sawer yang datang entah dari mana, lalu berjoget ria bersama kaum laki-laki," katanya, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Selasa (27/9/2022).
Bahkan, kegiatan tersebut bisa berubah menjadi perbuatan asusila dengan kesepakatan dan jumlah bayaran. Belum lagi dengan beredar bebasnya minuman keras dengan berbagai merk dan jenis, hal itu membuat potensi kemaksiatan semakin terbuka lebar. "Kalau sudah mabuk, rentan terjadi perkelahian, ini siapa yang bertanggung jawab," tukasnya.
Fenomena itu, lanjutnya, sangat tidak mencerminkan budaya Minangkabau, berkumpulnya laki-laki dan perempuan yang menari tidak senonoh di tempat hiburan ini sangat bertentangan dengan adat dan agama.
Beruntungnya kondisi ini mendapat respon dari Pemda Agam, pihaknya mengapresiasi cepat tanggapnya petugas Satpol PP yang turun langsung melakukan penertiban, bahkan ada sebagian yang berhasil diamankan.
"Itu belum cukup, masih banyak yang berkeliaran, mereka biasanya datang beberapa orang saat situasi dirasa aman," terangnya.
Hal tersebut dibenarkan Niniak Mamak Nagari Garagahan, E DT Rangkayo Tan Pahlawan. Keresahan yang sama juga dirasakan di Nagari tertua di Ranah Agam Baruah tersebut.
Menurutnya, semua potensi penyakit masyarakat tersebut bisa dicegah dengan cara pembatasan kegiatan hiburan malam. "Untuk potensi penyakit masyarakat ini bisa dicegah dengan memberikan batasan waktu hiburan. Biasanya aktifitas hiburan yang memicu penyakit masyarakat ini terjadi setelah melewati jam malam yaitu pukul 00.00 Wib," terangnya.
Baca Juga: Pengendara Sepeda Motor Tewas Usai Tabrak Truk Parkir
Saat ini, Niniak Mamak, Bamus dan Pemerintah Nagari Garagahan sudah menetapkan Perna lengkap dengan sanksi yang akan diterima jika melanggar. Aturan tersebut selesai dirancang dan dalam tahap disosialisasikan sehingga dalam waktu dekat sudah bisa diterapkan.
Dijelaskannya, peraturan yang baru ditetapkan oleh Nagari Garagahan ini berupa pembatasan waktu hiburan malam dilaksanakan paling lambat hingga pukul 00.00 WIB. Selain itu, juga diatur sanksi-sanksi serta pihak yang akan bertanggung jawab jika melanggar.
"Jika melanggar, Niniak Mamak akan memanggil Mamak Pusako yang bersangkutan. Untuk sanksi yang sudah disepakati, pelanggar akan didenda 8 Mas atau jika diuangkan sekitar Rp16 juta. 6 Juta untuk nagari dan 10 juta untuk KAN. Jika tidak dibayar, maka seluruh kegiatan adminitrasi yang melibatkan Niniak Mamak tidak akan dilayani," tegasnya.
Menurutnya, aturan tersebut tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan seluruh element masyarakat, mamak maupun orang tua harus selalu mengingatkan keluarga serta memberikan pemahaman tentang norma adat dan agama.
Tag
Berita Terkait
-
Produksi Ikan di Agam Selama Enam Bulan Capai 22.696 Ton
-
Tiga Pasang Muda-mudi Digerebek Satpol PP Agam Saat Indehoi di Kamar Penginapan
-
Bawaslu Butuh Dukungan OKP dalam Mengawasi dan Mencegah Pelanggaran Pemilu 2024
-
Perampok Berpistol di Agam Gasak 2 Kilogram Emas dan Uang Tunai Rp 100 Juta, Korban Luka Tembak
-
Kandang Ternak Terbakar, 9 Ekor Sapi Milik Guru SLB di Agam Mati
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar