SuaraSumbar.id - Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sumatera Barat (Sumbar), menjadi korban penyiksaan majikannya. PMI bernama Zailis (46) bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di daerah Batu Caves, Kuala Lumpur, Malaysia.
Zailis dilaporkan disiksa dan dianiaya dengan cara dipukul dan disiram air panas. Ia juga tidak mendapat gaji selama bekerja.
"Gajinya tidak dibayar sejak pertama kali bekerja dengan total 32.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 106,236 juta," kata Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono melansir Antara, Kamis (8/9/2022).
Ia mengatakan, berdasarkan cerita dan dilihat dari bekas luka di tubuh Zailis, penyiksaan diduga sudah berlangsung lama.
"Kalau kita lihat di bagian punggung ada bekas siraman air panas, di dada sini juga demikian. Tangannya patah, itu bukan patah baru, itu patah lama sudah tiga bulanan," ungkapnya.
Ia mengatakan, sangat wajar jika Zailis tidak dapat bekerja maksimal. Pasalnya, saat tangannya patah masih disuruh bekerja.
"Memang ini penyiksaan yang menurut saya sangat biadab. Menurut informasi yang kita terima adalah oknum polisi," ungkapnya.
Selama bekerja Zailis tidak pernah berkomunikasi dengan keluarganya, karena memang tidak diperbolehkan oleh majikan.
"Tidak ada kesempatan untuk keluar rumah majikan karena harus terus bekerja," ungkap Hermono.
Baca Juga: Ada-Ada Saja, Pesulap Merah Diminta Bongkar Trik Pemerintah Naikkan Harga BBM: Biar Kita Tahu Semua
Jika dibandingkan kondisi Zailis pada saat masuk Malaysia dan mulai bekerja pada 2019 hingga saat ini jauh berbeda. Berat badannya turun sampai 30 kg. Oleh karena itu, Hermono meminta agar proses hukum dijalankan seadil-adilnya.
"Bagaimana mungkin seorang penegak hukum membiarkan terjadinya penyiksaan di dalam rumahnya bertahun-tahun," katanya.
Zailis berhasil kabur dari rumah majikannya pada Selasa (30/8/2022). Ia dibantu warga lain yang kebetulan melihatnya. Saat ini Zailis ditempatkan di rumah perlindungan.
KBRI Kuala Lumpur sedang berupaya meminta agar Zailis dapat menuntaskan perawatannya terlebih dulu sampai sembuh sebelum ditempatkan di rumah perlindungan.
Menteri Sumber Manusia Malaysia M Saravanan mengatakan, pihaknya mulai mengidentifikasi majikan yang telah memperlakukan Zailis secara tidak manusiawi.
Dirinya mengaku tidak akan berkompromi dengan tindakan kekerasan dan penindasan terhadap karyawan.
Berita Terkait
-
Penuntutan Dua Perkara Penganiayaan Dihentikan Kejati Sumut
-
Kasus Penganiayaan Santri Gontor, Menag Yaqut: Pelaku Harus Diberi Sanksi
-
Ketum PP Muhammadiyah Minta Publik Bisa Lebih Bijak dan Adil dalam Sikapi Kasus Penganiayaan di Gontor
-
Tanggapi Kasus Penganiayaan di Gontor, Ketum PP Muhammadiyah: Jangan Sampai Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga
-
Pernyataan Ponpes Gontor Terkait Kasus Meninggalnya Santri, Akui Adanya Penganiayaan yang Sebabkan AM Wafat
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar