SuaraSumbar.id - Sejumlah nelayan di kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat (Sumbar), mulai kencangkan ikat pinggang usai kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak). Artinya, mereka mulai mengirit kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang nelayan bernama Alinudin mengaku terpaksa membatasi jarak melaut. Biasanya saat melaut dirinya pulang sore, namun sekarang dibatasi hingga sampai siang.
"Biasanya sekali berangkat membutuhkan modal Rp100 ribu untuk minyak. Pulangnya sore sekitar pukul 18.00 WIB. Tetapi sekarang hanya sampai pukul 14.00 WIB sudah pulang," katanya saat ditemui SuaraSumbar.id, Senin (5/9/2022).
Pria 54 tahun ini mengeluhkan saat ini juga sudah susah untuk mendapatkan ikan karena kondisi terumbu karang sudah mulai rusak. Ditambah dengan naiknya harga BBM. Pada akhirnya berdampak kepada penghasilan.
"Di samping ikan sudah mulai kurang, ditambah lagi dengan kenaikan harga minyak. Dalam satu bulan itu biasanya kami Rp1 juta. Kalau sekarang, untuk mendapatkan Rp1 juta aja udah susah," tuturnya.
Alinudin juga harus mengirit kebutuhan sehari-hari karena yang dipikirkan adalah untuk biaya kedepannya.
"Yang kita pikirkan adalah istri di rumah. Sebab hasil melaut itu tidak menentu. Kadang-kadang dapat banyak, namun sering hanya sekedar pelepas modal saja," ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Uwan (57). Ia mengaku saat BBM naik otomatis harga kebutuhan lain juga melonjak.
Bahkan, kata uwan, harga peralatan memancing saat ini juga dua kali lipat dari harga biasanya.
Baca Juga: Kawat Berduri Saat Demo Tolak Kenaikan Harga BBM Dekat Istana Jebol, Polisi Langsung Evaluasi
"Ini sudah sangat memprihatinkan. Ketika BBM naik, tetapi harga ikan tidak pernah ikut naik. Kalaupun harga ikan ikut melonjak, berdampak kepada menjualan yang semakin kurang. Karena masyarakat lebih memilih konsumsi bahan yang lebih murah," ucapnya.
Uwan berharap pemerintah mendengar keluh kesah para nelayan. Meminta harga minyak kembali turun seperti biasanya. Karena pekerjaan yang mereka lakoni itu sangat bergantung dengan minyak.
"Yang kami butuhkan saat ini hanyalah kepedulian pemerintah, terutama terhadap nelayan tradisional seperti kami ini. Karena hasil penangkapan, hanya sekedar menutupi kebutuhan pokok kami sehari-hari," ujarnya.
Harapan itu juga disampaikan Indrayani. Karena selama ini pemerintah kurang memperhatikan kondisi nelayan tradisional yang berada di Pantai Padang, terutama terkait bantuan.
"Sebanyak 22 nelayan yang berada di Pantai Padang tidak semuanya tersentuh bantuan. Kalaupun dibantu, hanya Rp 150 ribu per bulan. Tentu jumlah itu tidak akan cukup," katanya.
Diberitakan, Presiden Jokowi resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Perubahan harga itu cukup besar.
Berita Terkait
-
Janji Manis Dua Menteri Jokowi kepada Nelayan di Tengah Naiknya Harga BBM
-
Nelayan Semarang Keluhkan Meroketnya Harga BBM: Mencekik Kalangan Bawah
-
Sejumlah Nelayan di Karimun Pilih Mogok Melaut, Keluhkan Harga BBM Tak Sebanding dengan Tangkapan
-
Ratusan Nelayan NU Geruduk Jakarta, Bagikan 1 Ton Ikan Gratis
-
Timbun 6 Ton BBM Bersubsidi Jenis Solar dan Dijual ke Nelayan, Pria di Kupang Ditangkap Polisi
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
Terkini
-
BRILink Agen Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan, Layani Masyarakat hingga Pelosok Negeri
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Hijau, BRI Perkuat Pengelolaan Sampah
-
8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
-
Brand Finance Indonesia 100 2026 Tempatkan BRI di Peringkat Pertama Merek Paling Bernilai