Kali ini, Prabowo Subianto tak lagi tampil sebagai cawapres, melainkan maju sebagai seorang capres yang didampingi oleh besan SBY yakni Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa.
Meski saat itu Partai Gerindra telah mulai tumbuh disokong oleh PAN dan juga Demokrat, suara Prabowo - Hatta Rajasa belum sanggup menyaingi kompetitornya yakni Jokowi - Jusuf Kalla.
Dalam Pilpres ini, beberapa hasil quick count menyatakan Prabowo - Hatta Rajasa keluar sebagai pemenang. Prabowo Subianto pun melakukan sujud syukur usai penghitungan suara cepat dilakukan.
Namun, fakta menyatakan lain. Hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU menyatakan Jokowi - Jusuf Kalla keluar sebagai pemenang dengan meraup suara 70.997.833 atau 53,15 persen suara.
Sementara, Prabowo-Hatta Rajasa hanya memperoleh 62.576.444 suara atau sebesar 46,85 persen.
3. Pilpres 2019
Lagi-lagi, kekalahan di dua periode Pilpres tak membuat Prabowo Subianto patah arah. Pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto kembali maju menjadi capres.
Proses pemilihan cawapres sempat diwarnai ketegangan, tersiar kabar Prabowo akan menggandeng Agus Harimurti Yudhoyono hingga Ustaz Abdul Somad sebagai pendampingnya.
Namun, pada menit akhir sebelum batas waktu pendaftaran ke KPU, Prabowo Subianto keluar dengan menggandeng Sandiaga Uno yang sebelumnya menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Baca Juga: Sebut Orang NU Jarang yang Konglomerat, Tapi Muhaimin Pede Nyapres 2024 Klaim Didukung Muslimat NU
Dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto kembali berhadapan dengan Jokowi. Jokowi yang menggandeng ulama Ketua MUI Maruf Amin sukses mendulang suara tertinggi.
Jokowi - Maruf memperoleh suara sebanyak 85.607.362 atau 55,50 persen. Sementara Prabowo - Sandi mendapatkan 68.650.239 suara atau 44,50 persen.
Berbagai drama terjadi selama proses Pilpres 2019, mulai dari tuduhan kecurangan yang dilakukan oleh kubu Jokowi - Maruf hingga ancaman people power menolak hasil penghitungan suara.
Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun menggelar rapat menyikapi hasil rekapitulasi suara. Prabowo - Sandi memastikan untuk mengajukan gugatan sengketa ke Mahkamah Konstitusi menolak hasil penghitungan suara.
Berita Terkait
-
Jawaban Ketus Cak Imin Begitu Dengar Nama Yenny Wahid: Ah Gak Penting Itu, Gak Penting
-
Teriakan Cak Imin Presiden Menggema di Acara Silaturahmi Kebangsaan di Medan
-
Peluang PDIP Gabung Koalisi Gerindra-PKB, Puan: Ibu Ketum Mengatakan Bangun Indonesia Tidak Bisa Sendirian
-
Gerindra-PKB Berkoalisi, PDIP Bakal Bangun Poros Baru?
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar