SuaraSumbar.id - Foto baliho yang berisi pesan mengklai bahwa PDI Perjuangan tidak membutuhkan suara umat Islam beredar di media sosial.
Hal itu diunggah oleh akun Kasep Muhibin di jejaring media sosial Twitter pada 20 April 2022.
Dalam baliho tersebut pun terdapat logo beberapa partai lain. Di antaranya seperti PKB, PPP, Hanura, Golkar, Nasdem dan Perindo.
"Viralkan dari kesombongan PDIP tidak butuh suara umat Islam Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri"
Benarkah klaim tersebut?
Melansir Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, klaim baliho PDIP tidak membutuhkan suara umat Islam adalah tidak benar.
Setelah ditelusuri, foto baliho itu nyatanya merupakan hasil suntingan dari baliho lain.
Baliho asli memiliki logo Pemerintahan Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat.
Foto asli baliho pernah diunggah oleh akun Turiesno Aris di Facebook pada 11 November 2017 yang berisi pesan istri kepada suami untuk mencari rezeki yang halal.
Baca Juga: CEK FAKTA: Heboh Ada Baliho PDI Perjuangan Tidak Butuh Suara Umat Islam, Benarkah?
Baliho suntingan itu muncul usai adanya pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang tidak takut ditinggal pada pemilih dari kalangan muslim karena mendukung pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Ormas menjadi undang-undang di tahun 2017.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, maka foto baliho bertuliskan PDIP tidak butuh suara umat Islam adalah salah atau tidak benar.
Unggahan tersebut masuk ke dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Kunjungi Kantor DPC Sragen, Puan Pastikan PDIP Bakal Punya Capres Sendiri: Tunggu Instruksi Ketum
-
Masinton PDIP Sebut Korupsi Migor Terindikasi Untuk Biaya Tunda Pemilu, LaNyalla: Aparat Hukum Harus Tindaklanjuti
-
Wanti-Wanti Puan Maharani ke Jajaran PDIP: Tidak Dibenarkan Ada Kader di Luar Barisan!
-
Gibran Teratas di Survei Pilkada Jateng 2024, Politisi Senior PDIP Justru Beri Respon Mengejutkan
-
Puan ke Kader: Kalau PDIP Ingin Kembali Menang Pemilu, Harus Solid dan Tegak Lurus Arahan Megawati
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi