SuaraSumbar.id - Cendekiawan muslim, Buya Syafii Maarif masih dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman. Buya yang berasal dari Sumatera Barat itu dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami serangan jantung.
Humas PKU Muhammadiyah Gamping, Rubiyanto membenarkan jika mantan Ketua PP Muhammadiyah itu dirawat di rumah sakit. Buya dilarikan ke rumah sakit tersebut tanggal 1 Maret 202 lalu. Saat itu, Buya Syafii masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
"Pertama kali beliau mengalami gejala sesak nafas," tutur Rubiyanto, dikutip dari Suara.com, Rabu (16/3/2022).
Kemudian, Buya Syafii pindah ke ruang ICU rumah sakit tersebut. Di ruang ICU inilah Buya Syafii harus mengenakan alat bantu pernapasan. Saat di ICU tersebut, Buya Syafii menggunakan Nonrebreathing Oxygen Face Mask (NRM).
Setelah kondisi Buya Syafii Maarif membaik, Cendekiawan Muslim ini dipindah ke ruang perawatan. Buya Syafii hingga kini dirawat di ruang suite room bangsal Zaitun.
"Alhamdulillah kondisi beliau terus membaik. Saat ini sangat-sangat baik,"ujar dia.
Rubiyanto menambahkan, meskipun awalnya harus dibantu NRM namun sekarang sudah tidak menggunakannya lagi. Buya kini masih harus dibantu suplai oksigennya menggunakan canule nasal dengan aliran O2 rendah.
Untuk memantau perkembangan Buya Syafii, ada beberapa dokter spesialis yang dikerahkan oleh pihak rumah sakit. Buya Syafii dirawat bersama oleh dr. Spesialis Jantung, dr. Spesialis Paru dan dr. Spesialis Penyakit Dalam.
"Kondisinya sekarang sangat baik dan sudah bisa beraktivitas normal. Termasuk ke kamar mandi,"terangnya.
Baca Juga: Dirawat 3 Dokter Spesialis, Buya Syafii Maarif Sempat Menggunakan Alat Bantu Pernapasan
Namun hingga saat ini Buya Syafii memang belum pilih dijenguk oleh siapapun. Hal tersebut merupakan kebijakan dari pihak rumah sakit di masa pandemi Covid 19.
Larangan untuk dijenguk tersebut juga mempertimbangkan kondisi dari Buya Syafii Maarif. Karena Buya Syafii Maarif masih harus membutuhkan istirahat yang banyak agar kesehatannya segera pulih seperti sediakala.
"Itu memang kebijakan kami selama pandemi. Tetapi juga mempertimbangkan kondisi beliau yang harus banyak istirahat,"ujarnya.
Ia mengakui selain keluarga memang belum ada tokoh yang menjenguk Buya Syafii Maarif. Namun di dalam ruang perawatan dirinya melihat ada dua karangan bunga masing-masing dari Presiden Joko Widodo dan juga Pratikno
Untuk makanan Buya masih tetap mengkonsumsi nasi bukan bubur. Untuk nasi Buya Syafii sengaja meminta nasi merah. Kemungkinan besar karena Buya Syafii Maarif sudah terbiasa mengkonsumsi nasi merah ketika di rumah. "Minta doanya agar beliau segera pulih seperti sedia kala," harapnya.
Berita Terkait
-
Hati-hati, Bahan Tersembunyi dari Paracetamol Ini Berisiko Sebabkan Serangan Jantung
-
Para Ilmuwan Temukan Tes untuk Deteksi Serangan Jantung 3 Tahun Kemudian
-
Tidak Hanya Bagus untuk Otak, Omega-3 Juga Bisa Mengurangi Risiko Penyakit Jantung
-
Satu Orang Tewas dalam Bencana Angin Puting Beliung yang Sempat Terbangkan Atap Rumah Warga di Lembang
-
Ilmuwan Terkejut Serangan Jantung Bisa Menurunkan Risiko Parkinson
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar