Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Rabu, 12 Januari 2022 | 08:24 WIB
Pengurus KONI Padang era 80-an dan sejumlah mantan atlet datangi KONI Sumbar. [Dok.Antara]

Ia mengatakan, dulu ASN, TNI dan Polri paling banyak mengurus olahraga dan saat itu organisasi berjalan dengan baik. Saat ini, pengurus harus di luar unsur tersebut. Apalagi adanya unsur pelaku politik di dalam organisasi KONI membuat politisasi susah dihilangkan, karena proses pemilihannya mencalonkan diri, bukan dicalonkan.

“Kalau mencalonkan diri, akan berimbas pada politisasi dan berbeda dengan dicalonkan oleh kepala daerah,” katanya menjelaskan

Sementara itu, mantan pemain Hoki PON Sumbar, Djamilus Syarief menilai saat ini solidaritas insan olahraga Sumbar sudah terkikis dan terjadi faksi-faksi sesama pelaku olahraga di Sumbar.

“Persatuan di olahraga, saya nilai sudah kurang. Kita berharap olahraga di daerah kembali bersatu dan saling mendukung dalam pembinaan olahraga prestasi,” kata dia. (Antara)

Baca Juga: Mantan Ketua KONI Padang Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah

Load More