SuaraSumbar.id - Abrasi pantai merusak tiga unit rumah semi permanen di Kampung Pasa, Nagari Api-Api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar). Abrasi itu dipicu tingginya gelombang ombak laut.
"Sudah sering terjadi. Mulai dari tahun 2019 lalu, tapi belum ada penanganan sama sekali," kata warga sekitar, Zulkifli (47), dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Rabu (8/12/2021).
Tingginya gelombang laut sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan. "Tiga hari belakangan ini gelombang pasang menghantam pantai kawasan tempat tinggal kami. Parahnya, air sampai masuk ke dalam rumah," terangnya.
Akibat air laut masuk ke dalam rumah, ia pun bersama 3 orang KK yang rumahnya terdampak, terpaksa memindahkan beberapa perabot rumah agar tidak rusak.
"Terpaksa, barang-barang perabotan seperti alat-alat elektronik dipindahkan ke rumah keluarga lain agar tidak rusak," katanya.
Ia berharap kepada pemerintah daerah, provinsi dan pusat untuk memberikan perhatian lebih dan segera menangani persoalan abrasi yang terus-menerus melanda kawasan tempat ia tinggal.
"Belum ada penanganan, untuk itu kita berharap penanganan seperti pemasangan batu jeti segera dilakukan. Kalau tidak, sangat berbahaya dan mengancam belasan jiwa di sini," tuturnya.
Terpisah, Danpos BPBD Kecamatan Koto XI Tarusan, Delvi menyarankan agar pemerintah nagari dapat membuat laporan ke BPBD Pesisir Selatan, terkait usulan dan upaya antisipasi awal dalam penanganan tanggap darurat.
Berdasarkan laporan itu, kata dia nantinya BPBD dapat menindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang diatur.
Baca Juga: Pria Asal Pesisir Selatan Tipu 54 Tempat Usaha di Padang, Modusnya Minta Uang Keamanan
"Ya, silahkan buat laporannya dulu dari pemerintah nagari di bawah. Sampaikan apa-apa saja yang perlu dilakukan untuk penanganan untuk tahap awal. Nanti, kami juga bisa berkoordinasi dan melakukan upaya sesuai kewenangan," katanya.
Berita Terkait
-
Polisi Ringkus Dua Pembunuh Sopir Taksi Online di Pesisir Selatan
-
Seorang Terduga Pembunuh Sopir Taksi Online Diringkus di Solok Selatan
-
Abrasi Memakan Satu Sekolah di Demak, Siswa Terpaksa Belajar di Dermaga dan Warung
-
Penemuan Mayat Gegerkan Warga Pesisir Selatan, Harga Tes PCR di Sumbar Masih Rp 400 Ribu
-
Untung Tewas di Pesisir Selatan, Mayatnya Ditemukan di Jembatan dengan Luka Tusuk
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Buka HP dan Baca Pesan WA Ku, Wasiat Mahasiswa PNP di Buku Sebelum Ditemukan Tewas di Kos
-
Pengurus IKM Kini Bertabur Bintang, Andre Rosiade: Ada Potensi Investasi Rp 20 T ke Sumbar
-
Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kamar Kos Dikenal Introvert di Kampus
-
Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kos, Tubuh Sudah Hitam-Bengkak
-
KAI Divre II Sumbar Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Paulima-Indarung