SuaraSumbar.id - Seorang pria berinisial F (22) di Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), nyaris babak belur dihajar massa. Dia diduga melarikan hingga memperkosa seorang pelajar perempuan berinisial AJ (15).
Beruntung, aksi anarkis massa berhasil diredam Bhabinkamtibmas Polres Bukittinggi. Alhasil, nyawa pelaku terduga pemerkosaan berhasil diselamatkan dari amarah warga.
Personel Bhabinkamtibmas Polres Bukittinggi Aipda Roni menceritakan, awalnya korban AJ ini dilaporkan hilang pada Kamis (7/10/2021). Lantas, pihak keluarga mencurigai F adalah pelaku yang membawanya lari.
Pelaku F ini sendiri diketahui merupakan seorang pedagang nasi goreng di Simpang Yarsi Bukittinggi.
Semula, keluarga AJ bertanya kepada F soal keberadaan korban dan ternyata yang bersangkutan mengetahui dimana AJ berada, namun mengatakan tidak melakukan apa pun.
Kemudian setelah AJ ditemukan oleh keluarga, ia dipertemukan dengan F di daerah Pulai Anak Air. Saat itu, AJ selaku korban menceritakan kronologis kejadian hilang dari rumah sejak Kamis.
"Keterangan dari AJ, ia berkenalan melalui medsos dengan F dan diajak untuk diantar ke sekolahnya namun malah dibawa ke sebuah penginapan di Kota Bukittinggi," kata Roni, Sabtu (9/10/2021).
Dari keterangan F ketika dikonfirmasi oleh keluarga terungkap AJ diperkosa beberapa kali di dalam penginapan yang dikunci paksa oleh F.
Mendapat keterangan seperti itu dari F, beberapa anggota keluarga pingsan dan tidak sadarkan diri dan yang lainnya tidak menerima kemudian mengamuk.
Baca Juga: Apresiasi Perjuangan Ibu Korban Kekerasan Seksual di Luwu Timur, KPAI Bilang Begini
"Semula pertemuan berjalan kondusif, namun setelah adanya pengakuan dari AJ, seluruh keluarga dan beberapa massa yang telah berkumpul menjadi tidak terkendali kemudian melakukan aksi pemukulan terhadap F," katanya.
Ia kemudian mengambil sikap tegas dengan menghubungi Anggota Kepolisian Polsek dan Polres Bukittinggi untuk meredam aksi massa dan menindaklanjuti kasus tersebut.
"Saya sempat mendapatkan beberapa pukulan karena berusaha melindungi pelaku yang menjadi target kemarahan massa karena telah berbohong dan malah melakukan aksi tidak terpuji terhadap korban yang masih bersekolah," kata Roni.
Kasus ini kemudian ditindaklanjuti oleh Unit PPA Satuan Reskrim Polres Bukittinggi dengan laporan bernomor LP/B/258/X/2021/SPKT/Polres Bukittinggi/Polda Sumbar tgl 08 Oktober 2021. (ANTARA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Hijau, BRI Perkuat Pengelolaan Sampah
-
8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
-
Brand Finance Indonesia 100 2026 Tempatkan BRI di Peringkat Pertama Merek Paling Bernilai
-
Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan